Disnaker DKI Jakarta Minta Perkantoran Tutup 3 Hari Jika Karyawan Terpapar Covid-19

Disnaker DKI Jakarta Minta Perkantoran Tutup 3 Hari Jika Karyawan Terpapar Covid-19
Gedung perkantoran di kawasan Kuningan. ©Liputan6.com/Faizal Fanani
JAKARTA | 24 Juli 2020 18:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah mengimbau agar perkantoran dapat ditutup sementara selama tiga hari bila pegawainya terpapar virus corona atau Covid-19.

"Selama tiga hari itu perkantorannya harus dipastikan dalam keadaan sehat, bersih, dan steril hingga harus dilakukan penyemprotan disinfektan tiga hari berturut turut," kata Andri saat dihubungi, Jumat (24/7).

Kata dia, telah dilakukan sterilisasi selama tiga hari karyawan yang sehat diperbolehkan kembali untuk bekerja di kantor. Hal terpenting, lanjut Andri, masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

"Baru hari ke empat nya baru bisa digunakan. Tetapi yang terpapar dan yang ditracing tidak boleh masuk selama 14 hari," ucapnya.

Sementara itu, jumlah kasus positif Corona atau Covid-19 di Indonesia mengalami penambahan sebanyak 1.761 orang pada Jumat (24/7).

Dengan begitu, maka total akumulatif 95.418 orang sudah dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19. Sementara itu, jumlah kasus sembuh pada hari ini ada 1.781 orang.

Sedangkan jumlah kumulatif yang dinyatakan sembuh sebanyak 53.945 orang. Kemudian, untuk pasien meninggal pada hari ini berjumlah 89 orang dan total akumulatif ada 4.665 orang.

Selain itu, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jawa Timur menyumbang kasus positif paling banyak yakni 496 orang. Sehingga jumlah kumulatifnya sebanyak 19.946 orang.

Lalu Provinsi DKI Jakarta sebagai penambahan kasus terbanyak kedua yaitu 297 orang dengan jumlah kumulatif 18.365 orang.

2 dari 2 halaman

Perkantoran Mulai Melaporkan Kasus Covid-19

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut Pelbagai perkantoran baik swasta ataupun milik pemerintah di Ibu Kota telah melaporkan adanya kasus paparan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

Namun demikian, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti belum bisa merinci perkantoran mana saja yang ada kasus positif Covid-19 dan berpotensi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

"Saya tidak hafal, tapi dari tingkat perkantoran (pemerintah) pusat, internal DKI, BUMN, kementerian, lembaga, kantor swasta dan OPD di DKI, mereka sudah melaporkan," kata Widyastuti di Jakarta, Jumat (24/7).

Dari berbagai klaster kasus positif di perkantoran tersebut, kata Widyastuti, harus diterapkan berbagai perlakuan dengan menutup gedung perkantoran yang ditemukan kasus Covid-19 tersebut untuk dilakukan disinfeksi dengan cairan disinfektan.

"Yang pasti bakal dilakukan disinfeksi, itu jadi kegiatan rutin seharusnya. Harus di titik yang sering dipegang seperti toilet," katanya.

Dinkes DKI juga meminta perkantoran menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan Pergub 51 Tahun 2020 dan selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan jika dalam satu instansi hingga komunitas ditemukan kasus positif untuk langsung diinvestigasi.

"Dari berbagai perkantoran yang sudah kami cek di lapangan. Protokol kesehatan sudah dilakukan dengan baik," ujarnya.

Namun demikian, Widyastuti menyebut penularan tersebut kembali ke individu masing-masing, karena penularan bukan semata dari yang di dalam gedung , tapi juga dari permukiman atau lingkungan selama perjalanan dari dan ke rumah.

"Jadi protokol yang melekat pada satu individu dan pada saat mereka berprilaku sosial di luar kantor itu juga termasuk. Contoh di luar kantor jam istirahat makan dan pada saat makan lupa, kan pasti buka masker dan berhadap-hadapan, itu berisiko," ujarnya.

Kemudian, kata dia, klaster perkantoran sebagai individu telah terjadi di komunitas atau lingkungan mereka. Pada saat kembali ke lingkungan mereka tidak terjaga itu berisiko.

"Klaster perkantoran itu sumber penularannya dari berbagai pihak, bisa dari internal di dalam gedung atau kegiatan sosial di saat istirahat atau pulang kantor hingga di perjalanan atau aktivitas lainnya," ucap Widyastuti menambahkan.

Reporter: Ika Defianti

(mdk/gil)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini