Ditanya soal Desakan Cabut Pergub Penggusuran, Wagub DKI: Saya Baru Dengar

Ditanya soal Desakan Cabut Pergub Penggusuran, Wagub DKI: Saya Baru Dengar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. ©2022 Merdeka.com
JAKARTA | 9 Agustus 2022 16:50 Reporter : Lydia Fransisca

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku tahu menahu soal desakan pencabutan Pergub No. 207 Tahun 2016. Yakni, terkait Penerbitan Pemakaian/Penguasaan Tanah Tanpa Izin yang Berhak.

"Saya baru dengar (masukan dari KMRP) hari ini. Nanti kita pelajari niat baik dan tujuan masyarakat," kata Riza kepada wartawan, Selasa (9/8).

Desakan datang dari Warga DKI Jakarta yang terdampak penggusuran atau Koalisi Rakyat Menolak Penggusuran (KRMP). Mereka mengaku telah beraudiensi ke Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/8) lalu.

Mereka klaim saat itu menagih janji pencabutan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 207 Tahun 2016 tentang Penerbitan Pemakaian/Penguasaan Tanah Tanpa Izin yang Berhak.

Isi Pergub

Sebagai informasi, Pergub 207/2016 merupakan kebijakan yang dikeluarkan pada era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pergub tersebut digunakan untuk melakukan penggusuran paksa, tanpa musyawarah, dan melibatkan aparat yang tidak berwenang.

Adapun isi dari Pergub 207/2016 Pasal 4 adalah "Penertiban terhadap pemakaian/penguasaan tanah tanpa izin yang berhak atas tanah milik Pemerintah, Pemerintah Daerah dan BUMN/BUMD diajukan oleh pengguna aset kepada Gubernur". (mdk/rhm)

Baca juga:
VIDEO: Penjelasan Lengkap TNI AD soal Viral Isu Gusur Rumah Ibadah di Kaltara
Alasan Penolakan Pergub Penerbitan Pemakaian/Penguasaan Tanah Tanpa Izin yang Berhak
KRMP Tagih Janji Anies Baswedan Cabut Pergub Penggusuran
Puluhan Bangunan Liar di Pinggir Kali Kawasan Cipayung Depok Dibongkar Paksa
LBH DKI Ungkap Sembilan Masalah Krusial yang Belum Tuntas di Jakarta
Sisi Kelam Proyek Pembangunan di Kota Jeddah Arab Saudi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini