Djarot bersama Slank resmikan masjid & Patung Menembus Batas di Kalijodo

JAKARTA | 3 Oktober 2017 20:43 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat terus mengebut penyelesaian program-program jelang akhir jabatannya. Malam ini secara resmi Masjid Al- Mubarakah dan Patung Menembus Batas di RTH Kalijodo.

Djarot mengungkapkan Patung Menembus Batas ini menjadi simbol perdamaian, tidak ada lagi sekat di antara warga Jakarta, tidak ada lagi perbedaan, semuanya satu sebagai warga Indonesia.

"Karena keberagaman kita jadi kuat, bahwa sekat-sekat sudah musnah dan ini patung penuh dengan simbol perlu sebagai pengingat di akhir masa jabatan kita sebarkan nilai positif," kata Djarot saat peresmian Patung Menembus Batas di RTH Kalijodo, Selasa (3/10).

Djarot resmikan Patung menembus batas di Kalijodo ©2017 Merdeka.com/Syifa Hanifah

Sementara itu Teguh Ostenrik, seniman yang membuat Patung Menembus Batas ini mengungkapkan ini adalah Impian sejak 27 tahun yang lalu dan di tangan Gubernur Djarot impian terealisasi.

"Karya seni memerlukan waktu panjang 27 tahun menunggu dalam catatan 27 tahun tidak lagi bicara perbedaan keagamaan, bahkan warna kulit, kita semua sama," ungkap Teguh.

Untuk diketahui, Patung Menembus Batas terdiri atas 4 segmen pecahan Tembok Berlin yang telah dilukis dan digrafiti oleh Teguh Ostenrik serta diletakkan berdampingan dengan 14 figur manusia besi yang merefleksikan spirit manusia sekeras baja, namun tetap bergerak luwes dalam menghadapi berbagai keadaan dan menembus segala tantangan. Patung Menembus Batas menjadikan RPTRA/RTH Kalijodo semakin artistik dan menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Teguh Ostenrik menjelaskan 4 segmen pecahan Tembok Berlin ini dibeli seharga 162 juta Rupiah dari PT Limex Jerman dua pekan setelah Tembok Berlin runtuh. Ia lantas membawa membawa segmen asli Tembok Berlin berukuran 120x360x20 centimeter ini ke Jakarta pada tahun 1990. Teguh juga menambahkan, dasar pemikiran Patung Menembus Batas ini datang dari bentuk negara Indonesia yang terdiri dari beragam suku bangsa, agama, bahasa dan budaya.

"Walaupun Pancasila sudah 72 tahun dinyatakan sebagai dasar negara tapi Indonesia masih saja menghadapi konflik yang didasari perbedaan SARA. Seperti masih ada 'tembok-tembok' pemisah di antara rakyat yang begitu majemuk. Sudah waktunya bangsa ini 'menembus batas' segala perbedaan mendasar yang ada, menyatukan pikiran dan perbuatan demi membangun bangsa," ujar Teguh.

Seperti diketahui peresmian ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad. Peresmian juga dimeriahkan oleh band slank yang menyanyikan beberapa lagu hitsnya salah satunya terlalu manis. (mdk/ded)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.