Djarot ingin seluruh RS di Jakarta bisa rehabilitasi korban narkoba

Djarot ingin seluruh RS di Jakarta bisa rehabilitasi korban narkoba
Djarot kampanye di Radio Dalam. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
JAKARTA | 10 Februari 2017 20:32 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, ada tiga faktor yang harus diperhatikan dalam peredaran narkoba di ibu kota yakni dari sisi individu, lingkungan dan akses mendapatkan narkoba. Djarot mengatakan, pemerintah daerah turut berperan serta dalam upaya melawan peredaran narkoba.

Salah satu program yang dijanjikan adalah pusat rehabilitasi untuk korban penyalahgunaan narkoba. "untuk rehabilitasi, kita ingin rumah sakit di Jakarta bisa jadi pusat rehabilitasi. Bisa dilakukan tes urine. Termasuk rumah sakit di kecamatan. Kita keras lawan narkoba, kita nyatakan perang terhadap narkoba," tegas Djarot dalam debat ketiga Pilgub DKI di Hotel bidakara, Jumat (10/2).

Mantan Wali Kota Blitar ini menambahkan, Pemprov DKI sudah menunjukkan bukti perlawanan terhadap peredaran narkoba. Semisal, menutup tempat hiburan yang dua kali kedapatan menjadi lokasi transaksi narkoba.

"Dari yang sudah kita kerjakan, masih ditemukan peredaran narkoba di tempoat hiburan. Jadi tempat transaksi jual beli narkoba. Untuk ini kami tegas, setelah dua kali kedapatan transaksi narkoba, kami tutup dan tak boleh buka lagi." ucap Djarot.

Dari sisi preventif, lanjut Djarot, pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) juga sebagai strategi untuk menekan peredaran narkoba di kalangan anak dan remaja. Sebab, dalam RPTRA interaksi di antara mereka akan lebih positif.

"Strategi yang sudah dilaksanakan, bangun komunitas warga agar bisa berinteraksi. Salah satunya RPTRA. (mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami