DKI Sering Diprediksi Tenggelam, Pemerintah Diminta Siapkan Langkah Antisipasi

DKI Sering Diprediksi Tenggelam, Pemerintah Diminta Siapkan Langkah Antisipasi
banjir bundaran hi. ©2013 Merdeka.com/arie basuki
JAKARTA | 1 Agustus 2021 02:00 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Joe Biden memperkirakan Jakarta bakal tenggelam dalam 10 tahun ke depan. Anggota DPR Fraksi PAN Saleh Daulay menilai, prediksi Ibu kota akan tergenang bukanlah hal baru. Banyak ahli yang berbicara tentang itu.

"Prediksi bahwa Jakarta akan tergenang sudah banyak disampaikan. Para peneliti sudah banyak bicara soal itu. Joe Biden bukan yang pertama," katanya lewat pesan, Sabtu (31/7).

"Biden mungkin juga membaca pendapat orang lain. Kebetulan Jakarta disebut karena kontekstual dengan tema pembicaraannya saat itu," sambungnya.

Saleh bilang, pemerintah harus waspada lantaran sudah banyak orang yang berpendapat mengenai tergenangnya Jakarta. Kata dia, langkah-langkah antisipatif perlu dilakukan.

"Perubahan iklim itu memang nyata. Dan dampaknya juga pasti akan dirasakan oleh seluruh dunia," ucapnya.

Menurutnya, persoalan Jakarta tergenang sudah diprediksi jauh hari. Bahkan sejak zaman Belanda sudah ada pendapat mengenai hal itu. Maka, pemerintah kolonial kala itu itu membangun banyak resapan air dan banjir kanal di Jakarta yang merupakan bagian dari antisipasi.

"Sayangnya, memang di saat pembangunan gedung-gedung mewah dilaksanakan, agenda pengendalian banjir banyak yang terlupakan. Bahkan, pembangunan juga dilakukan di sekitar DAS (daerah aliran sungai). Nah, ini yang menjadi masalah. Perlu merumuskan kebijakan yang lebih holistik," ujarnya.

"Pernyataan Biden itu, ya biasa saja. Tidak perlu dibesar-besarkan. Yang perlu adalah mengambil kebijakan yang tepat untuk antisipasi," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut proyeksi tentang Jakarta yang diperkirakan bakal tenggelam dalam 10 tahun ke depan.

Hal itu ia sampaikan dalam sebuah pidato sambutannya kepada para pemimpin badan intelijen di AS, di mana isu perubahan iklim merupakan salah satu pembahasannya.

Dikutip dari situs resmi White House, whitehouse.gov pada Jumat (30/7) Biden mulai membahas isu perubahan iklim dengan menyampaikan bagaimana masalah tersebut memiliki dampak berbahaya yang sama terhadap semua negara.

"Tantangan iklim telah mempercepat ketidakstabilan di negara kita sendiri dan di seluruh dunia. Peristiwa cuaca ekstrem yang lebih umum dan lebih mematikan; kerawanan pangan dan air; naiknya permukaan laut, mengakibatkan perubahan iklim dan mendorong migrasi yang lebih besar dan menimbulkan risiko mendasar bagi komunitas yang paling rentan," kata Biden.

Biden selanjutnya menyinggung proyeksi tentang DKI Jakarta, yang diperkirakan bakal tenggelam dalam 10 tahun ke depan dan kemungkinan Indonesia harus memindahkan ibu kotanya.

Tapi apa yang terjadi, apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena mereka akan berada di bawah air?" imbuhnya.

"Itu penting. Ini adalah pertanyaan strategis sekaligus pertanyaan lingkungan," jelas Biden. (mdk/ded)

Baca juga:
Wagub DKI Sanggah Joe Biden: Jakarta Tidak Tenggelam 10 Tahun Lagi
Jakarta Kembali Diprediksi Tenggelam, Ini Tanggapan Walhi
Biden Proyeksi Jakarta Bakal Tenggelam 10 Tahun Mendatang
Realisasi Anggaran Pengendalian Banjir Jakarta di Tahun 2020 Paling Kecil
Anggota DPRD Kenneth Minta Pemprov DKI Tak Lupakan Banjir di Tengah Pandemi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami