DMI DKI Sebut Masjid di Jakarta Tidak Gelar Salat Id

DMI DKI Sebut Masjid di Jakarta Tidak Gelar Salat Id
JAKARTA | 23 Mei 2020 14:03 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) wilayah DKI Ma'mun Al Ayyubi mengatakan seluruh masjid di Jakarta tidak menggelar Salat Idulfitri, Minggu (24/5). Namun, dia tidak menjamin jika ada yang memaksa Salat Id di lapangan.

Saat dikonfirmasi, pengurus masjid di Jagakarsa hendak berencana melaksanakan Salat Id. Alasannya, wilayah tersebut diklaim sebagai zona hijau, wilayah aman dari kasus positif virus Corona.

"Semula mereka mau mengadakan Salat Idulfitri, karena belum ada komunikasi kemudian saya sampaikan (alasan meniadakan Salat Id di masjid) mereka mencabut, membatalkan. Mereka beranggapan kami ini di zona hijau," ujar Ma'mun, Sabtu (23/5).

Ma'mun tak memungkiri adanya kekhawatiran masyarakat yang bersikukuh untuk melaksanakan Salat Idulfitri di lapangan. Jika hal itu terjadi, dia menuturkan, bukan tanggung jawab DMI melainkan pihak keamanan sebagai pengawasan dan penanggungjawab pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB).

"Mungkin ada yang memilih di lapangan, ini di luar tanggung jawab DKM kalau di lapangan," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Patuhi PSBB

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tidak ada pembagian zona di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Untuk itu, dia meminta masyarakat tetap mematuhi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat lebaran nanti dengan melaksanakan salat idulfitri di rumah masing-masing.

Dia menuturkan bahwa kondisi sebaran Covid-19 di Jabodetabek merata, sehingga menurutnya wilayah tersebut tidak ada kategori merah, kuning, ataupun hijau. Warna tersebut umumnya digunakan sebagai indikator keamanan satu wilayah.

"Mari kita taati seruan majelis ulama DKI Jakarta dan dewan masjid, seruan ini relevan untuk Jakarta bila ada Jakarta apakah ada merah hijau kuning, sesungguhnya Jakarta adalah satu kesatuan, Jakarta, Jabodetabek masih satu kesatuan epicenter di dalam penanganan wabah Covid-19," ujar Anies menerangkan.

Berdasarkan seruan itu, Anies menyampaikan seruan takbir di masjid jelang hari raya tetap dilakukan namun dibatasi hanya 5 orang di dalam masjid. Dia juga melarang adanya takbir keliling.

"Kita laksanakan kegiatan takbir di rumah masing-masing dan masjid-masjid, teruslah mengumandangkan dengan jumlah orang," tuturnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Diikuti Jokowi dan Ma'ruf, Kemenag Gelar Takbir Virtual Sambut Lebaran
Jelang Pelaksanaan Salat Id, Masjid di Medan Disemprot Disinfektan
Sejumlah Warga Sumbar Rayakan Idulfitri Lebih Awal dari Ketetapan Pemerintah
DMI DKI Sebut Masjid di Jakarta Tidak Gelar Salat Id
Sambut Idul Fitri, Tato Pacar Banyak Diminati Warga Pantai Gading
Imam Besar Masjid Istiqlal Ingatkan Mudik Saat Corona Bisa jadi Beban Orangtua

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami