Doa Peziarah dari Balik Pintu Masuk TPU Bambu Apus

Doa Peziarah dari Balik Pintu Masuk TPU Bambu Apus
TPU Bambu Apus ditutup. ©2021 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam
JAKARTA | 13 Mei 2021 16:12 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus, Jakarta Timur, terlihat sepi setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan penutupan sementara untuk menghindari kerumunan warga yang melaksanakan ziarah kubur di tengah pandemi Covid-19.

Berdasarkan pantauan merdeka.com dari lokasi sekitar pukul 15.10 WIB, di pintu masuk ke TPU Bambu Apus nampak terkunci rapat dan digembok. Tidak ada aktivitas masyarakat yang melakukan ziarah kubur untuk mendoakan sanak keluarga yang telah meninggal.

Kemudian, di lokasi makam sendiri hanya terlihat para petugas dari dari Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota atau yang biasa dikenal pasukan hijau yang nampak membersihkan rumput-rumput di areal pemakaman.

"Ditutup pak, Senin baru dibuka lagi," ujar salah seorang pasukan hijau yang tengah membersihkan rumput kepada peziarah, Kamis (13/5).

tpu bambu apus ditutup
©2021 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam

Penutupan area pemakaman ini membuat, Rizki, salah satu peziarah kecewa. Rizki yang datang bersama anak-anaknya mengungkapkan akibat TPU ditutup tak bisa mendoakan sanak keluarga. Meski kecewa, dia tetap mengikuti aturan pemerintah. Doa pun hanya bisa dilantunkan dari balik celah pintu masuk TPU Bambu Apus.

"Sayang juga udah datang enggak bisa masuk kan. Kita sudah tahu, kirain dibatasin doang ternyata ditutup. Cuma berharapnya bisa masuk soalnya kan buat doain keluarga juga," kata Rizki.

tpu bambu apus ditutup
©2021 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam

Bukan hanya Rizki yang merasa kecewa dengan penutupan TPU ini. Sejumlah pedagang kembang di kawasan TPU Bambu Apus juga merasa kecewa dengan adanya penutupan ini. Sebab omzet mereka harus menurun drastis, di tengah momen lebaran ini.

"Ya dikit yang beli orang ditutup begini, paling ada satu dua orang. Hari ini aja baru dua yang beli kembang," tutur Linda saat ditemui di pinggir jalan dekat TPU Bambu Apus.

Namun demikian, Linda menuturkan tak bisa berbuat banyak dengan adanya kebijakan ini. Dia hanya berharap dagangan bunga yang dijajakannya bisa laku di beli para peziarah.

"Ya mau gimana lagi kita ikut aja, semoga tetap ada yang beli kembangnya soalnya kan kita juga beli pakai modal," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang warganya untuk ziarah kubur selama tanggal 12-16 Mei untuk mengantisipasi kerumunan yang mungkin terjadi di tempat pemakaman umum (TPU).

"Kegiatan ziarah kubur ditiadakan mulai tanggal 12 Mei sampai dengan hari Minggu 16 Mei," kata Anies usai rapat koordinasi bersama Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya serta sejumlah kepala daerah di wilayah Jabodetabek di Jakarta.

Tak hanya di Jakarta, seluruh pemakaman yang ada di wilayah penyangga ibu kota juga bakal ditutup selama periode waktu tersebut. "Seluruh pemakaman di Jabodetabek akan ditutup dari pengunjung untuk ziarah," tandasnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Cegah Kericuhan Terulang, Polres Jakbar Kerahkan Personel ke TPU Tegal Alur
Anies Izinkan Warga Lakukan Ziarah Kubur Mulai 17 Mei 2021
Banyak Warga Ngotot Ziarah Kubur, Gubernur Anies Akan Tambah Petugas
Nekat Ziarah Meski Dilarang, Warga Sempat Ricuh Saat Masuk ke TPU Tegal Alur Jakbar
Larang Ziarah Kubur, Pemkot Bogor Tugaskan Satpol PP di TPU

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami