DPR Minta Polisi Tertibkan Penggunaan Skuter Listrik di Jalanan Ibu Kota

JAKARTA | 13 November 2019 17:32 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Dewasa ini marak penggunaan skuter listrik di beberapa ruas jalan ibu kota. Sayangnya, pengguna belum tertib. Mereka mengendarai skuter hingga merusak beberapa fasilitas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

Terkait hal itu, Anggota Komisi III DPR RI Sarifuddin Sudding meminta kepada Polda Metro Jaya untuk menghentikan penggunaan skuter listrik yang dioperasikan Grab, Grabwheels. Selain merusak fasilitas umum, skuter listrik tersebut berpotensi menyebabkan kecelakaan.

"Saya meminta ke Polda Metro Jaya menertibkan (skuter). Karena skuter Grab ini, selain merusak JPO fasilitas umum juga bisa mengganggu pejalan kaki," kata Sarifuddin di Jakarta, Rabu (13/11).

Menurut Sarifuddin, jika pihak kepolisian tidak melakukan langkah pencegahan, tak tertutup kemungkinan akan jatuh korban. Mengingat jalur dilewati skuter bisa mengganggu pejalan kaki yang sedang berjalan.

Sarifuddin mencontohkan, Pemerintah Singapura telah melarang penggunaan skuter listrik di trotoar karena usai memakan banyak korban dan satu tewas. Di mana pelarangan ini dimulai sejak Senin (4/11) lalu.

Bahkan, cerita Sarifuddin, bagi yang melanggar akan diancam dengan hukuman penjara. Tak hanya itu, sambung Sarifuddin, ada denda yang menanti sebesar SGD 2000 atau Rp 20,6 juta, atau hukuman penjara hingga tiga bulan lamanya.

"Dan di parlemen Singapura lalu, Menteri Transportasi Lam Pin Min akan melakukan penegakan hukum terkait pelarangan naik skuter listrik di sana. Bahkan ada sejumlah denda bagi pengendara e-skuter di Singapora yang nekat melakukannya. Kita di Indonesia harus melakukan langkah preventif sebelum ada jatuh korban," paparnya.

Untuk itu, Politisi PAN asal Sulteng ini meminta, aktivitas itu dihentikan sementara hingga menunggu regulasi diterbitkan oleh pihak pemerintah. Dan jalur khusus buat pengendara.

"Aktivitas itu dihentikan saja sementara, jangan beraktivitas dulu karena berbahaya. Kita buat aturannya dan kita buat jalur khusus dulu. Jangan sampai jatuh korban baru kita semua bersuara. Dan gaduh lagi, " tegas Sarifuddin.

Seperti diberitakan, pihak Dinas Bina Marga DKI sudah bersuara dengan mengunggah beberapa foto dari rekaman CCTV mereka memperlihatkan ada sekelompok anak muda sedang mengendarai skuter listrik di JPO. Di mana mereka memanfaatkan lift untuk naik ke JPO.

"Pihak Grab bersabar dululah, hingga ada regulasinya. Untuk para pengguna skateboard, skuter listrik (Grabwheels) saya mohon untuk tidak menggunakan alat-alat tersebut itu dulu hingga aturannya turun, " pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan kalau skuter listrik atau Grabwheels yang biasa digunakan masyarakat mulai dilarang digunakan di sejumlah area. Syafrin menegaskan bahwa pihaknya sudah menjelaskan soal larangan skuter listrik beroperasi di jembatan penyeberangan orang (JPO). Selain JPO, ada juga lokasi lain yang dilarang seperti di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD).

"Skuter listrik tidak boleh ada di trotoar karena itu mengganggu pejalan kaki. Kemudian juga dilarang beroperasi di JPO, bahkan kita larang beroperasi di HBKB," jelasnya.

Pihak Dishub DKI Jakarta juga mengaku telah memanggil pihak Grab untuk menjelaskan mengenai kebijakan tersebut. "Sedang kami siapkan regulasinya. Kami sudah panggil Grab, buat diskusi. Kami harapkan bulan depan sudah selesai. Kami sedang bahas dulu," katanya.

Sementara itu, lanjut Syafrin, karena regulasi belum rampung, pelanggar kebijakan tersebut saat ini hanya sebatas diberikan teguran. Namun ke depannya ia menyebut akan ada sanksi tersendiri jika mendapat temuan masih adanya pengendara skuter listrik di JPO.

Sebelumnya jagat maya diramaikan dengan cuitan dari akun @renimerdk pada Selasa (12/10). Akun milik Reni Sadono itu menuliskan jika adiknya menjadi salah satu korban kecelakaan bersama kawan-kawannya saat mengendarai Grabwheels di sekitar kawasan FX Sudirman.

"Adek gue tanggal 10 (November) dini hari baru aja kecelakaan sama teman-temannya pas lagi naik Grab Wheels dekat Fx. Temannya meninggal 2, satu luka-luka, ditabrak mobil dari belakang," tulis akun renisadono, @renimerdk.

Baca juga:
Polisi Tegaskan Mobil Seruduk Skuter Listrik di Senayan Bukan Tabrak Lari
Sebelum Tabrak Penyewa Grabwheels, Sopir Toyota Camry Konsumsi Minuman Beralkohol
Polisi Tetapkan Tersangka Penabrak Penyewa Grabwheels Hingga Tewas di Sudirman
Beredar Kisah Penyewa Grabwheels Tewas Jadi Korban Tabrak Lari di Sudirman

(mdk/rhm)