DPRD Desak Pemprov DKI Relokasi Warga Penghuni Dataran Rendah ke Rusun

DPRD Desak Pemprov DKI Relokasi Warga Penghuni Dataran Rendah ke Rusun
Permukiman di Kampung Melayu disulap jadi rumah panggung. ©Liputan6.com/Faizal Fanani
JAKARTA | 29 April 2021 10:56 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Kondisi banjir kembali dirasakan warga Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Kamis (29/4) dini hari. Pemukiman terendam banjir akibat luapan dari Kali Ciliwung.

Beberapa material dari rumah panggung yang dihuni warga setempat bahkan hanyut terbawa banjir.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah mengingatkan kembali Gubernur Anies Baswedan agar mengambil langkah konkret untuk memindahkan warga di pemukiman dataran rendah. Pemindahan warga lebih baik dibanding membangun rumah panggung.

"Kalau saya bilang (warga) yang di bantaran kali atau daerah rendah ini kan butuh sentuhan, butuh perhatian, Pemda DKI punya stok rumah yang sangat banyak di Nagrak kenapa tidak warga dipindahkan ke sana," katanya kepada merdeka.com, Kamis (29/4).

Ida berujar, langkah persuasif seharusnya dikerjakan Pemprov DKI agar masyarakat dataran rendah khususnya di bantaran kali, bersedia dipindahkan ke rumah susun. Sebab menurutnya tidak ada alasan bagi Pemprov tidak merelokasi warga bantaran kali ke hunian lebih layak.

Ida berujar, langkah persuasif seharusnya dikerjakan Pemprov DKI agar masyarakat dataran rendah khususnya di bantaran kali, bersedia dipindahkan ke rumah susun. Sebab menurutnya tidak ada alasan bagi Pemprov tidak merelokasi warga bantaran kali ke hunian lebih layak.

Kendala-kendala yang menjadi argumentasi penolakan warga untuk direlokasi, seharusnya sudah difikirkan dan dikaji baik-baik oleh Pemprov.

Misalnya saja, imbuh Ida, memberi stimulus bagi warga yang direlokasi ke Rusun Nagrak tidak membayar uang sewa dalam kurun waktu tertentu. Diberikan fasilitas kebutuhan rumah tangga.

Selain itu, Pemprov harus bersedia memberikan akses transportasi umum dari dan atau ke Rusun Nagrak.

"Saya yakin mereka akan mau pindah jika kita sediakan akses transportasi. Contoh dong Pak Jokowi waktu menjadi gubernur DKI Jakarta dikasih perangsang rumah susunnya berapa lama dia tidak perlu bayar retribusi," jelasnya.

Untuk diketahui, banjir di permukiman padat penduduk ini terjadi akibat luapan Kali Ciliwung setelah pada Rabu (28/4) malam Bendung Katulampa berstatus siaga tiga setelah diguyur hujan.

"Air sudah naik dari jam tiga pagi. Kurang lebih 70 cm," kata salah seorang warga bernama Ramlan.

Ramlan juga mengatakan banjir ini juga merendam proyek rumah panggung yang digagas oleh Pemprov DKI Jakarta bagi warga di permukiman ini.

"Iya rumah panggung terendam banjir juga," ujar Ramlan.

Sejumlah material bangunan seperti kayu dan batu dari proyek pembangunan rumah panggung itu berserakan terbawa banjir.

Meski demikian, menurut Ramlan, aktivitas warga masih berjalan normal seperti biasa. Warga lebih memilih untuk bertahan di rumah masing-masing.

"Aktivitas warga biasa paling ini masih ada banyak sampah aja yang belum diangkat," imbuhnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Kampung Melayu Banjir, Rumah Panggung yang Digagas Pemprov DKI Terendam
Wagub Riza Sebut Banjir Cipinang Melayu Disebabkan Pembangunan GBK
Wagub DKI Sebut Cipinang Melayu Banjir karena Kontur di Bawah Permukaan Laut
Hindari Banjir, Permukiman di Kampung Melayu Disulap Jadi Rumah Panggung
40 Rumah di Kampung Melayu Kerap Banjir akan Dibikin Panggung, Target Rampung Lebaran
Peneliti Lapan: Jika Tak Ada Bangunan Pun, Jakarta Tetap akan Banjir

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami