DPRD DKI Dukung Taksi Online Bebas Ganjil Genap

JAKARTA | 13 Agustus 2019 23:45 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan, pembebasan taksi online atas sistem ganjil genap tidak akan berpengaruh pada upaya mengatasi polusi Ibu Kota. Karena, dia menilai, jumlah pengemudi taksi online tidak banyak.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kebebasan taksi online melaju di kawasan Ganjil Genap. Mengingat transportasi umum lainnya juga tidak terdampak aturan pembatasan kendaraan tersebut.

"Jumlahnya kan tidak banyak, mungkin gak sampai lima persen dari jumlah kendaraan bermotor. Dan itu roda ekonomi yang musti dilindungi seperti motor, kendaraan online tadi, jadi tepat mengecualikan taksi online," katanya seperti dilansir dari Antara, Selasa (13/8).

Dia juga mengapresiasi langkah cepat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani polusi udara di Ibu Kota. Namun, politisi PKS ini mengharapkan dukungan dari masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.

"Diharapkan setengah periode (perjalanan) masyarakat gunakan alternatif lain transportasi umum atau berjalan, karena sebagian besar asal polusi dari kendaraan," ujarnya.

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta memperluas wilayah yang kena peraturan ganjil-genap menjadi 25 ruas jalan se-DKI Jakarta (tambah 16 ruas) pada Rabu (7/8) lalu.

Kendati diperluas, Pemprov DKI Jakarta juga menetapkan pengecualian pada 13 jenis kendaraan yakni sepeda motor, kendaraan yang membawa masyarakat disabilitas (akan dipasang stiker khusus), pemadam kebakaran dan angkutan umum plat kuning, kendaraan angkutan barang yang mengangkut BBM dan BBG.

Selain itu kendaraan pimpinan tinggi negara (presiden, wakil presiden, Ketua MPR, DPR, DPD, Ketua MA, MK, KY dan BPK).

Selanjutnya adalah kendaraan operasional berplat dinas kantor pemerintah/TNI/Polri, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara serta kendaraan yang tujuannya ingin memberikan pertolongan pada saat terjadi kecelakaan lalu lintas.

Terakhir adalah kendaraan untuk kepentingan khusus yang dalam konteks kendaraan ini dilakukan pengawasan oleh Kepolisian seperti mobil pengangkut uang.

Sementara pada Senin (12/8) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut bakal mempertimbangkan taksi daring terbebas dari kebijakan pembatasan kendaraan dengan plat nomor (ganjil genap). Taksi daring memakai plat nomor hitam, yang diperuntukkan bagi kendaraan pribadi bukan untuk angkutan umum yang memakai plat kuning.

Anies menyebut bahwa wacana itu sudah dibicarakan dengan pihak penyedia jasa transportasi daring dan kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada pekan sebelumnya, dan direncanakan akan ada penanda khusus.

Rencananya, tanda itu akan dibuat pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai tanda bagi taksi daring yang akan dibebaskan dalam kebijakan ganjil genap mengingat saat ini pelat nomor taksi daring masih berwarna hitam, sama seperti mobil pribadi pada umumnya.

Baca juga:
Asosiasi Driver Online Desak Anies Bebaskan Taksi Daring dari Ganjil Genap
Bos Grab Harap Taksi Online Tak Kena Perluasan Ganjil Genap
Perluasan Ganjil Genap yang Bikin Driver Taksi Online Teriak
Mampukah Perluasan Ganjil Genap Ala Anies Perbaiki Kualitas Udara Jakarta?
Soal Taksi Online Bebas Ganjil Genap, Menhub Diingatkan Perbaiki Transportasi Umum
Dinas Perhubungan DKI Sosialisasi Perluasan Sistem Ganjil Genap
Agus Pambagio: Menhub Mending Jadi Humas Taksi Online

(mdk/fik)