DPRD DKI Minta TGUPP Sisihkan Pendapatan Bantu Tangani Covid-19

DPRD DKI Minta TGUPP Sisihkan Pendapatan Bantu Tangani Covid-19
JAKARTA | 29 Mei 2020 07:03 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono meminta kepada anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta berempati untuk menyisihkan pendapatannya dalam rangka penanganan Covid-19 di Jakarta. Pasalnya pendapatan mereka tidak terdampak pemotongan seperti ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

"Saya harap TGUPP memiliki empati yang besar. Karena ASN juga turut bergotong-royong menangani COVID-19 dengan rela dipotong TKD-nya sampai 50 persen. Ya sebaiknya, TGUPP juga bisa menyisihkan gaji atau THR mereka untuk kemudian disalurkan melalui Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB)," katanya seperti dilansir dari Antara, Jumat (29/5).

TGUPP mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) atau uang apresiasi sebesar satu bulan gaji di saat tunjangan kinerja daerah (TKD) ASN lainnya dan anggaran Anggota DPRD DKI Jakarta dipotong untuk membantu penanganan Covid-19.

THR yang diperoleh TGUPP, dia mengungkapkan, merupakan hak yang telah diatur oleh regulasi. Terlebih TGUPP telah memiliki kontrak kerja yang salah satu poinnya berhak mendapatkan uang apresiasi jika telah mengabdi di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama satu tahun.

"Saya kira donasi personal ke KSBB juga diperbolehkan. Dengan kesadaran diri, TGUPP harus memiliki empati atas pandemi COVID-19 yang melanda saat ini. Karena banyak pihak juga, baik anggota dewan, pengusaha bahkan ASN ikhlas menyisihkan pendapatannya untuk penanganan Covid-19," terangnya.

1 dari 1 halaman

Soal KSBB telah dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan untuk membantu penanganan Covid-19 di Jakarta. Ada empat paket pilihan dalam program KSBB tersebut, yakni makanan siap saji pagi-malam, sembako, paket lebaran dan THR uang tunai.

"Dewan juga telah melakukan refocusing anggaran hingga Rp 253 miliar untuk membantu masyarakat dalam penanganan Covid-19. Seperti anggaran reses, pembahasan pembentukan Perda, pansus, hingga anggaran kunker," ujar politikus Demokrat itu.

Tidak sedikit, individu anggota juga menyisihkan rezekinya untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir mengatakan, alasan tidak memangkas gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) TGUPP saat wabah Covid-19 karena pos anggaran TGUPP masuk dalam kegiatan di Badan Pembangunan Perencanaan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.

"TGUPP itu kelompoknya ada di kegiatan, bukan di pegawai. Selama kegiatan itu dimungkinkan ada apresiasi untuk membayar keahlian tenaga mereka yah boleh-boleh saja," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Jika Terapkan New Normal, Pemprov DKI Harus Buktikan Kasus Corona Bisa Terkendali
DPRD DKI: New Normal Untuk Kepentingan Ekonomi, Bagaimana dengan Pendidikan?
DPRD DKI Minta Sekolah di Jakarta Dibuka Secara Bertahap
DPRD DKI Minta Ada Protokol dan Aturan Jelas untuk New Normal
Masyarakat Pinggiran Jakarta Dinilai Sulit Terapkan New Normal
Gerindra DKI: Tanpa Dukungan Semua Lini, New Normal akan Menjadi New Nestapa

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5