DPRD Minta Pengembang Apartemen di DKI Pinjamkan Unit untuk Isolasi Pasien Covid

DPRD Minta Pengembang Apartemen di DKI Pinjamkan Unit untuk Isolasi Pasien Covid
M Taufik. ©2017 merdeka.com/anisyah
JAKARTA | 26 Desember 2020 17:52 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik meminta para pengembang apartemen DKI Jakarta meminjamkan unit apartemennya yang belum terjual menjadi tempat isolasi pasien Covid-19. Sebab, kata Taufik, kasus positif Covid-19 di Jakarta terus naik.

Dia khawatir, fasilitas kesehatan di Jakarta tidak mampu lagi menampung pasien Covid-19. Ditambah lagi sebelumnya, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet sudah menyatakan bahwa persentase keterisian tempat tidur sudah di atas angka yang direkomendasikan oleh WHO.

"Saya berharap, pengembang di Jakarta yang masih memiliki apartemen belum terjual, saya kira dengan sukarela harusnya menyerahkan atau meminjamkan apartemen itu untuk kepentingan perawatan yang terkena Covid-19 di Jakarta," kata Taufik saat ditemui wartawan di Wisma Garuda, Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Sabtu (26/12).

Menurut Taufik, seluruh pihak harus membantu pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Oleh sebab itu, Taufik berharap, para pengembang bisa dengan sukarela meminjamkan apartemennya tanpa mengenakan biaya. Sehingga, para pasien Covid-19 bisa menjalani isolasi juga tanpa dikenakan biaya operasional sepeserpun.

"Harusnya gratis, mau tidak mau mereka (pengembang apartemen) menyumbang buat masyarakat. Ini bukan buat Pak Gubernur atau Pemda DKI, tapi buat masyarakat. Kan tidak diambil unitnya, tapi dipinjamkan sampai selesai (pandeminya). Lalu dibalikin lagi," kata politikus dari Partai Gerindra itu.

Dia pun menyarankan Pemprov DKI untuk segera berkoordinasi dengan para pemilik/ pengembang apartemen tersebut. Dia khawatir, jika Pemprov tidak segera mengambil menambah tempat isolasi, maka kasus Covid-19 di DKI Jakarta bisa melonjak lebih tinggi dari jumlah yang dilaporkam saat ini.

"Kalau ada gedung lain yang bisa dipakai, misalnya GOR, nah itu harus dibangun dulu supaya jadi ruangan-ruangan. Perlu waktu lagi. Kalau apartemen itu kan sudah bisa jadi ruang isolasi," ujarnya.

"Pasien Covid-19 kan juga tidak bisa ditempatkan di selasar-selasar rumah sakit, jadi memang sebaiknya ada kolaborasi antara Pemda dengan para pengembang di Jakarta," lanjutnya.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta per 25 Desember 2020, saat ini tersedia 6.663 tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta. Dari jumlah tersebut, total pasien isolasi mencapai 5.691 atau 85 persen tempat tidur isolasi sudah terpakai.

Sementara itu, jumlah tempat tidur ICU sebanyak 907 unit di Jakarta, sudah terisi 722 unit. Artinya, 80 persen tempat tidur ICU untuk pasien positif Covid dengan gejala berat sudah terisi.

Pada hari ini (26/12) ada tambahan kasus positif sebanyak 2.058 kasus di Jakarta. Sementara itu, jumlah asus aktif Covid-19 masih sebanyak 14.058. Dengan rincian, kasus kumulatif sejak awal pandemi sebanyak 173. 929. Kasus sembuh 156.704, dan 3.167 meninggal dunia. (mdk/eko)

Baca juga:
Anggota DPRD Sumbar Pingsan di Bandara Soekarno-Hatta karena Pendarahan Otak
Dampingi Gibran, Teguh Prakosa Tinggalkan Jabatan di DPRD Solo
Ditanya Kerja Kalian Apa, Jawaban Pejabat Ini Bikin Anggota DPRD Ngamuk Mau Adu Pukul
Fraksi Golkar: Gaji Anggota DPRD Tidak Naik, yang Ada Kenaikan Tunjangan
Anggota DPRD Labuhan Batu Utara Tertangkap Kantongi Ekstasi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami