Dukung Sistem Zonasi PPDB, Anies Fokus Intervensi dari Dalam Sekolah

JAKARTA | 24 Juni 2019 18:27 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan, sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 dengan tetap mempertimbangkan nilai ujian nasional (UN) di Jakarta tidak akan menyebabkan adanya sekolah favorit baru.

Sebab, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan meningkatkan mutu pendidikan setiap sekolah di Jakarta.

"Kalau kita secara serius memperbaiki kualitas sekolahnya, justru nantinya dalam jangka panjang akan merata kualitas itu. Jadi kita fokuskan intervensinya saat anak di dalam sekolah. Intervensinya bukan saat anak mencari sekolah," kata Anies di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin (24/6).

Selain itu, dia juga percaya pihaknya sudah melakukan proses PPDB secara efisien, sehingga para orangtua tidak perlu mengantre untuk pendaftaran dari Subuh. Dia menyarankan, orangtua sebaiknya tetap mendaftar sejak pukul 08.00 WIB.

Dia menegaskan, dirinya ingin memberikan kepastian kepada orangtua siswa. Karenanya, dia menilai sistem zonasi PPDB ini akan mempermudah siswa untuk mendapatkan sekolah.

"Dengan begitu orangtua punya kepastian, masyarakat punya kepastian, anak-anak yang sedang sekolah pun tahu, tahun depan saya mau kemana karena sistemnya stabil. Jadi anak sudah kelas 5, kelas 6 SD sudah tahu kepengen ke SMP mana karena aturannya dia tahu," tuturnya.

Anies menambahkan, sistem zonasi di DKI Jakarta juga tetap menerima calon siswa baru dari luar DKI Jakarta. Namun, sistem ini tetap mementingkan siswa yang berada di lingkup zonasi kelurahan.

"Kita memiliki pola untuk SD, SMP, SMA. Jadi PPDB untuk jalur SD, itu zonasi itu basis kelurahan 70 persen, basis provinsi 25 persen, lalu luar DKI 5 persen. Kemudian SMP-SMA, zonasi kita ini basisnya kelurahan 60 persen, kemudian 30 pesan dari luar kelurahan itu, dan dari luar DKI itu 5 persen, lalu jalur prestasi 5 persen," jelasnya.

"Lalu untuk SMK di sini itu praktis, tidak ada jalur zonasi. 90 Persen itu siapa saja bisa daftar. 5 Persen prestasi, 5 persen luar DKI. Itu yang kita lakukan di Jakarta, dan ini menjaga kontinuitas dari rekrutmen siswa dari tahun ke tahun," tutup Anies.

Reporter: Ratu Annissa Suryasumirat

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Suasana Pendaftaran PPDB DKI Jalur Zonasi
Ada 23 Ribu Siswa SD Lulus, Tangsel Hanya punya Kuota 7 Ribu Kursi SMP
Tolak Zonasi PPDB 2019, Pendemo di Surabaya Adang Mobil Dinas
Jokowi Perintahkan Mendikbud Evaluasi Sistem Zonasi PPDB
Antrean PPDB di SMAN 1 Depok Mengular
Hindari Kekacauan, PPDB Online di Solo Tak Gunakan Sistem Adu Cepat
Aturan PPDB di Karanganyar Bikin Panik, Ratusan Wali Murid Menginap di SMP

(mdk/rnd)