Fakta-fakta Sepekan Pertama Pelaksanaan Ganjil Genap di Jakarta Saat PSBB

Fakta-fakta Sepekan Pertama Pelaksanaan Ganjil Genap di Jakarta Saat PSBB
JAKARTA | 12 Agustus 2020 06:46 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pembatasan kendaraan dengan nomor polisi ganjil genap sudah mulai kembali diberlakukan di Jakarta pada Senin (3/8). Namun untuk sanksi tilang kendaraan baru dimulai sejak Senin (10/8).

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menegaskan bahwa tujuan penerapan ganjil genap kendaraan bermotor saat PSBB transisi di ibu kota bukan bertujuan untuk mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum.

Dia menyebut, pelaksanaan sistem ganjil genap ini bertujuan untuk membatasi kegiatan masyarakat yang tidak penting. Hal itu juga selaras dengan Pergub 51 Tahun 2020 tetang Pelaksanaan PSBB Masa Transisi.

"Karena ini pandemi di masa Covid-19, 50 persen orang bekerja di rumah dan 50 persen masuk kantor. Yang masuk kantor juga kita minta dibagi jadi dua sif. Harapannya dengan pola itu tidak terjadi kepadatan, tidak terjadi pergerakan orang tidak penting," kata Syafrin saat dihubungi, Selasa, 4 Agustus 2020.

Dia berharap penerapan sistem ganjil genap kendaraan bermotor ini dapat memberikan dampak pembatasan aktivitas di luar rumah, sehingga masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak tetap berada di rumah selama pandemi Covid-19.

Berikut beberapa hal terkait kebijakan pembatasan kendaraan berpelat ganjil genap yang mulai Senin, 3 Agustus 2020 yang telah dirangkum Liputan6.c

Baca Selanjutnya: 1062 Kendaraan Kena Tilang...

Halaman

(mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami