Fraksi PSI DPRD: Pembangunan ITF Lebih Baik Gunakan APBD

Fraksi PSI DPRD: Pembangunan ITF Lebih Baik Gunakan APBD
sampah Jakarta. Merdeka.com/Arie Basuki
JAKARTA | 26 November 2021 10:35 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan mengusulkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter menggunakan APBD dibandingkan dengan skema pinjaman. Dia menilai nilai pembangunan akan lebih mahal jika pembiayaannya meminjam karena adanya suku bunga tinggi.

"Lebih baik APBD bila dibandingkan (pinjaman) karena tingginya bunga pinjaman dan masa jabatan Gubernur," ucap August, Jumat (26/11).

Namun, kata dia, rancangan APBD DKI 2022 tidak ada alokasi anggaran untuk pembangunan ITF Sunter. Hal ini karena PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai penanggungjawab proyek menggunakan sistem investasi dalam pembiayaannya.

PT Jakpro kemudian mengajukan pinjaman penyertaan modal daerah (PMD) senilai Rp4,2 triliun kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk membangun ITF Sunter. Pengajuan pinjaman ini kemudian ditolak Badan Anggaran.

Dengan kondisi tersebut, August menilai, Dinas Lingkungan Hidup dapat mengajukan usulan anggaran untuk pembangunan ITF di APBD 2023.

"Bisa saja diajukan apalagi kalau sudah kebutuhan mendesak," tandasnya.

Diketahui, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menolak pengajuan PMD oleh Jakpro untuk pembangunan ITF Sunter, Jakarta Utara. Pertimbangannya, tidak ada saran dan pandangan dari ketua komisi perihal pengajuan tersebut.

"Saya mintakan saran ke Ketua Komisi dan Faksi dan sarannya belum ada, jadi saya sebagai Pimpinan Dewan tidak menyetujui PMD jakpro senilai Rp4,026 triliun," ucap Prasetyo dalam rapat paripurna, Selasa (23/11).

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan, Pemprov DKI tengah berupaya mencari dana pinjaman sekitar Rp4 triliun melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk pembangunan ITF Sunter, Jakarta Utara.

"Nilai pinjamannya Rp4,02 triliun untuk ITF Sunter saja," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (25/10).

Dia menjelaskan, jika pinjaman dari PT SMI cair maka pada 2022 diharapkan keberlanjutan proyek ITF Sunter dapat terlaksana dengan optimal.

"Mudah-mudahan di Januari 2022 pendanaan pinjaman dari PT SMI bisa kita peroleh sehingga, pembangunan ITF Sunter bisa berlanjut di 2022," ujarnya.

Sebagaimana diketahui Pemprov DKI hingga kini masih mengandalkan Tempat Pengolahan Sampah Terkahir (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, untuk mengolah sampah Jakarta.

Kemandirian Jakarta untuk mengolah sampah sendiri sedianya mulai ditujukan dengan rencana pembangunan ITF.

Pemprov DKI berencana membangun 4 ITF yaitu untuk layanan Jakarta wilayah Barat, Timur, Selatan, dan Sunter, Jakarta Utara. Dari empat rencana lokasi, ITF Sunter diproyeksikan menjadi pusat pengolahannya. Berdasarkan Pergub Nomor 33 Tahun 2018, pekerjaan ITF Sunter dikerjakan oleh Jakpro. (mdk/ray)

Baca juga:
PSI Khawatir Tumpukan Sampah Bantargebang Jika Jadi Lapangan Golf Berpotensi Longsor
Wagub DKI: Tidak Mudah Ubah Sampah Bantargebang Jadi Lapangan Golf
DPRD DKI Ingin Sulap Tumpukan Sampah Bantargebang Jadi Lapangan Golf
Pembangunan ITF Sunter Disarankan Pakai APBD, Lebih Efisien Dibandingkan Pinjaman
Belum Terima Penjelasan, Ketua DPRD DKI Tidak Setujui Pengajuan PMD ITF Sunter

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami