Ganjil Genap di Tengah Pandemi Covid-19, Pilih Macet atau Aman?

Ganjil Genap di Tengah Pandemi Covid-19, Pilih Macet atau Aman?
JAKARTA | 3 Agustus 2020 16:25 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Kebijakan ganjil genap yang kembali diterapkan Pemprov DKI Jakarta mulai Senin (3/8) menuai banyak penolakan. Apalagi, kebijakan ini dilakukan saat kasus Covid-19 di ibu kota masih terus melonjak.

Pengamat kebijakan publik, Agus Pembagio mengatakan, kebijakan ganjil genap yang dinilai untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dinilai kurang tepat. Menurutnya, masyarakat akan tetap keluar rumah.

Bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Lagipula menurut Agus, banyak warga Jakarta yang memiliki mobil lebih dari satu dengan pelat mobil yang berbeda pula.

"Lihat saja nanti, tidak akan ngaruh. Yang punya mobil dua banyak. Yang punya motor juga banyak. Jadi dibilang untuk pencegahan Covid-19 ya tidak ngaruh," ujar Agus saat dihubungi merdeka.com, Senin (3/8).

Agus mengaku tidak mengerti dimana korelasi antara pencegahan penularan Covid-19 dengan memberlakukan ganjil genap. Menurutnya, tidak ada hubungannya. Ia mengatakan, bahwa kebijakan ini tujuannya tidak jelas.

"Aturannya tidak jelas. Tujuannya tidak jelas. Tujuannya katanya buat memutus mata rantai Covid, tapi apa hubunganya sama ganjil genap?" kata Agus.

Agus mengatakan, kebijakan yang dibuat pemerintah kali ini tidak ada sisi efektivitas untuk mengurangi penularan Covid-19. Menurutnya, saat ini pemerintah tidak perlu mengatur masyarakat lagi karena kenyataannya, peraturan yang ditetapkan pemerintah, dinilai kurang tegas. Agus melihat pemerintah tidak serius setiap kali membuat suatu kebijakan.

"Saya sudah tidak pada sisi untuk mengomentari peraturan karena peraturannya dibuat suka-suka, tidak ada efektivitasnya. Sekali lagi, peraturan apapun yang dikeluarkan pemerintah sudah tidak ada gunanya lagi," ujarnya.

Agus mengatakan, pemerintah tidak tegas dalam membuat aturan. Ia tahu bahwa alasan diberlakukannya ganjil genap kembali dikarenakan PSBB gagal menahan warga Jakarta untuk keluar rumah. Kenyataannya, volume kendaraan malah meningkat.

"Kalau melanggar sanksinya apa? Kalau tidak ada sanksinya untuk apa dibuat aturan?" ujarnya.



Baca Selanjutnya: Sementara itu seorang pengendara mobil...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami