Gubernur Anies Pastikan Tak Ada Lagi Operasi Yustisia Usai Lebaran

JAKARTA | 1 Juni 2019 10:50 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan Jakarta terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin mencari pekerjaan. Ia menyebut Pemprov DKI sudah menghentikan operasi yustisia atau operasi bagi pendatang baru di Jakarta.

Menurut Anies, semua orang berhak ke Jakarta meski tidak memiliki KTP DKI. Ia mencontohkan mantan Gubernur DKI Joko Widodo yang ber-KTP Solo saat menjadi Cagub DKI pada 2012 lalu.

"Bahkan DKI pernah lo punya gubernur yang KTP-nya bukan DKI, Pak Jokowi itu dari Solo. KTP-nya Solo, boleh jadi calon gubernur di Jakarta? Boleh," kata Anies di Monas, Sabtu (1/6).

Anies mengatakan, operasi yustisia sudah berganti menjadi bina penduduk. Pembinaan itu menurutnya lebih ramah bagi pendatang, baik pendatang kalangan atas maupun bawah.

"Terkait operasi, sekarang adalah layanan bina kependudukan, bukan operasi. Tujuannya adalah mereka yang akan bekerja di Jakarta, membawa dokumen. Kemudian nanti kita akan melayani kependudukan di DKI," ucapnya

Mantan Mendikbud itu menyebut, saat ini tanpa adanya operasi penduduk maka semua orang memiliki kesempatan yang sama.

"Sama seperti sekarang Siapapun boleh calon Bupati calon walikota di manapun ya boleh itu prinsip bahwa memang Indonesia itu memiliki kesetaraan hanya masalah catatan kependudukan. Semuanya adalah warga negara Indonesia yang punya hak yang sama yang punya kesempatan yang sama," tandasnya.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Gubernur Anies Larang PNS Terima Parsel Lebaran
Upacara Hari Lahir Pancasila, Anies Baswedan Serukan Keadilan Sosial Bagi Semua
Hari Kejepit, 1.885 PNS Pemprov DKI Jakarta Tidak Ngantor
Gubernur Anies Pimpin Upacara Hari Pancasila di Monas
Anies Akan Rayakan Idul Fitri di Jakarta

(mdk/bal)