Gubernur Anies soal vandalisme MRT: Itu dibeli oleh uang pajak, mari jaga

JAKARTA | 22 September 2018 22:45 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan aksi pencoretan (vandalisme) salah satu badan MRT harus menjadi peringatan bagi pihak depo. Dikatakan bahwa pengawasan harus ditingkatkan oleh pihak depo untuk menjaga MRT yang merupakan moda transportasi dengan nilai strategis.

"Kejadian di MRT menjadi peringatan bahwa keamanan harus ditingkatkan," ucap Anies saat ditemui di Universitas Indonesia (UI) Depok, Sabtu (22/9).

Dia pun berharap agar aksi vandalisme tidak lagi terjadi. Dis mengingatkan agar masyarakat bisa berperan serta menjaga kereta MRT. Karena dana yang dikucurkan cukup besar.

"Bagi seluruh warga kalau melihat MRT, LRT, Trans Jakarta itu dibeli oleh uang pajak jadi milik kita bersama jadi mari kita jaga sama-sama," imbaunya.

Anies meminta kerjasama masyarakat jika ada yang melihat tindakan-tindakan tidak terpuji seperti perusakan kereta, maupun alat transportasi lainnya agar segera melapor. Tindakan itu kata dia jangan hanya didiamkan saja.

"Jangan diam saja, kejahatan sering terjadi karena orang baik itu selalu diam melihat tapi diam tidak berbuat apa-apa," tandasnya.

Sampai saat ini kewenangan kereta-kereta di Depo yang berlokasi di Jalan Lebak Bulus Jakarta Selatan merupakan kewenangan dari kontraktor karena belum diresmikan.

"Semua kereta yang di depo itu belum dikelola MRT itu semua di tangan kontraktor yang menyelenggarakan sehingga pengamanan bukan dari Pemprov atau MRT tapi kontraktor," pungkasnya.

Baca juga:
Kemenhub berencana integrasikan bus dan LRT di stasiun MRT
Polisi duga pelaku vandalisme kereta MRT di Lebak Bulus adalah bocah iseng
Bos MRT harap polisi ungkap dan temukan pelaku vandalisme di Depo Lebak Bulus
Polisi sebut pelaku corat-coret kereta MRT 'bocah iseng'
Belum resmi dipakai, kereta MRT jadi korban vandalisme di Depo Lebak Bulus
Pembangunan MRT BSD bergantung pada kucuran dana investor

(mdk/ded)