Ini arahan Jokowi soal tabrakan maut Metromini vs KRL di Angke

Ini arahan Jokowi soal tabrakan maut Metromini vs KRL di Angke
JAKARTA | 7 Desember 2015 14:13 Reporter : Muhammad Sholeh

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menemui Presiden Joko Widodo untuk melaporkan kecelakaan mau di perlintasan kereta api yang terjadi Minggu (6/12) kemarin. Metromini B 7760 FFD dihajar KRL di perlintasan Angke, Jakarta Barat lantaran menerobos palang pintu.

"Untuk yang kecelakaan Metromini dengan KRL itu, arahan beliau (Jokowi) untuk saya dan kemenhub bisa koordinasi dengan pak gubernur," ujar Jonan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (7/12).

Jonan klaim dirinya sudah koordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) untuk melakukan pembenahan. Baik itu pembenahan disiplin metromininya ataupun pembahasan bagaimana mengatasi secara permanen di perlintasan-perlintasan sebidang.

"Pembenahan disiplin ini begini, satu apa mau petugas gabungan atau apa memeriksa pengemudinya memiliki SIM sesuai atau tidak. Metromini itu kan kalau enggak salah SIM-nya B1 umum itu. Itu diperiksa, terus pemeriksaan kesehatan pengemudi, terus kelaikan kendaraan dan sebagainya. Kemarin katanya nerobos ya," terang Jonan.

Sedangkan terkait solusi perlintasan sebidang, Jonan menjelaskan, ada dua yang bisa dilakukan. Pertama, dibangun rel kereta api di atas perlintasan dan alternatif kedua dibuatkan underpass atau viaduk.

"Kalau saya sih lebih baik underpass. Memang ada pendapat bahwa kalau jalan rayanya dibuatkan underpass atau viaduk mungkin gak bisa menampung, ya diperlebar underpass atau viaduknya. Kalau rel keretanya ditaroh di atas bisa, memang lebih permanen solusinya, hanya ongkosnya puluhan kali lebih besar dibanding bangun underpass atau flyover," jelasnya.

Selain arahan untuk koordinasi, Presiden Jokowi juga menyarankan agar ke depannya armada metromininya dilakukan peremajaan. Selanjutnya dikelola oleh satu badan usaha agar kesejahteraan sopir lebih meningkat.

"Mungkin nanti diharapkan juga saya arahan presiden kalau bisa metromininya baru-baru dikoordinir jadi satu badan usaha atau 2 atau lebih, ya diberi subsidi lah supaya sopirnya itu dapat honor berdasarkan kilometer jalan, bukan berdasarkan penumpang. Kalau berdasarkan penumpang, ya semangatnya untuk jaga keselamatan kurang, karena ngejar setoran. gitu aja sih," tutup Jonan.

Untuk diketahui, tabrakan Metromini vs KRL di Angke kemarin meruakan salah satu yang terparah. Hingga tadi malam, jumlah penumpang Metromini yang tewas berjumlah 18 orang. (mdk/rhm)


Kasus KRL vs Metromini di Angke, Menhub Jonan salahkan Ahok
Fakta-fakta mengerikannya Metro Mini di Jakarta
Ini daftar korban kecelakaan Metro Mini vs KRL di Muara Angke
Ahok ngaku pusing urus bobroknya manajemen Metromini
Kemenhub minta Ahok tutup 19 pintu perlintasan kereta api

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami