Ini Hal Wajib Disiapkan Ojol saat Angkut Penumpang saat PSBB Transisi DKI

Ini Hal Wajib Disiapkan Ojol saat Angkut Penumpang saat PSBB Transisi DKI
JAKARTA | 6 Juni 2020 16:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk tetap memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Panjang (PSBB) dengan status transisi menuju tatanan normal baru. Masa transisi PSBB di Jakarta dimulai hari ini, Jumat (5/6/2020).

Salah satu yang diatur adalah mobilitas kendaraan umum, khususnya ojek yang diperbolehkan angkut penumpang pada 8 Juni mendatang. Hal ini pun diatur dan dituangkan dalam Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Nomor 105 Tahun 2020 tentang Pengendalian Sektor Transportasi Untuk Pencegahan Covid-19 Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif.

"Iya benar (Soal Surat Keputusan Kadishub)," kata Kadishub DKI Syafrin Liputo kepada Liputan6.com, Sabtu (6/6/2020).

Dalam diktum ketiga, pihaknya memutuskan pengemudi angkutan roda dua (ojek online dan ojek pangkalan) dalam mengangkut penumpang wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sekurang-kurangnya berupa masker dan penyedia hand sanitizer.

"(b)Tidak diizinkan beroperasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal. (c) Menjaga kebersihan sepeda motor dan helm penumpang dengan melakukan disinfeksi secara rutin setiap selesai mengangkut penumpang," demikian seperti dikutip.

Untuk poin d, ditegaskan semuanya boleh beroperasi 8 Juni 2020 mendatang.

"(d) Mulai beroperasi pada tanggal 8 Juni mendatang. (e) Khusus ojek online, selain memenuhi a,b,c dan d, juga wajib menggunakan jaket dan helm beridentitas nama perusahaan aplikasi," demikian.

Dalam diktum keempat, DKI pun mengatur para operator aplikasi tersebut.

"Perusahaan aplikasi transportasi online wajib menerapkan pengaturan geofencing sehingga pengemudi angkutan roda dua (ojek online) tidak beroperasi pada wilayah yang ditetapkan sebagai wilayah pengendalian ketat berskala lokal, sebagaimana dimaksud dalam diktum ketiga huruf b," demikian dikutip.

1 dari 1 halaman

Ganjil Genap

Dalam Pergub nomor 51 Tahun 2020 tentang masa transisi, diatur pembatasan kendaraan dengan rekayasa ganjil-genap untuk kendaraan motor dan mobil.

Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta menyatakan kebijakan ganjil-genap itu belum diterapkan pada pekan depan.

"Ganjil-Genap belum berlaku seminggu ke depan," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dihubungi, Sabtu (6/6/2020).

Menurut Syafrin tanggal pasti penerapan ganjil-genap akan dilakukan usai evaluasi kondisi lalu lintas dalam minggu pertama penerapan PSBB transisi.

"Kami akan melakukan evaluasi minggu pertama masa transisi dahulu," ujarnya.

Syafrin juga belum menjelaskan ruas jalan ganjil-genap akan sama seperti kebijakan sebelumnya atau diperluas. "Kita lihat hasil (evaluasi) dulu," ucapnya.

Diketahui, pada pasal 17 ayat 2 poin a Pergub tersebut berbunyi motor ataupun mobil kena kebijakan ganjil-genap.

"Kendaraan bermotor pribadi berupa sepeda motor dan mobil beroperasi dengan prinsip ganjil genap pada kawasan pengendalian lalu lintas,” isi pasal tersebut. (mdk/ded)

Baca juga:
Dirlantas soal Ganjil Genap Motor: Masih Koordinasi Ruas Jalan dan Rambu
NasDem DKI Setuju Ganjil Genap Diterapkan untuk Motor selama PSBB Transisi
Motor Kena Ganjil-Genap selama PSBB Transisi DKI, Ini Tanggapan Polda Metro
Ojek dan Taksi Berbasis Online Tak Kena Ganjil-Genap Selama PSBB Transisi DKI
PSBB Transisi DKI: Motor Juga Kena Aturan Ganjil-Genap
PSBB di Jakarta Diperpanjang, Ganjil-Genap Tak Berlaku hingga 12 Juni 2020

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menjawab Keluhan, Menyiasati Keadaan - MERDEKA BICARA with Ganjar Pranowo

5