Ini PR dan janji Sandiaga Uno di DKI yang belum terlaksana

JAKARTA | 11 Agustus 2018 05:38 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sandiaga Uno resmi mundur sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Selama 10 bulan bekerja di DKI, Sandiaga mengakui masih meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah.

"Kerjaan saya belum selesai, saya akui belum selesai, jauh dari selesai. Baru 10 bulan (wagub)," ujar Sandiaga di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8).

Dari pembagian tugas antara Anies dan Sandi, beberapa program menjadi fokus Sandiaga.
Berikut program yang masih harus dilanjutkan alias menjadi PR Pemprov DKI pasca ditinggalkan Sandi:

1. Rumah DP 0
Program rumah DP 0 merupakan janji Anies-Sandi sejak kampanye. Meski telah melakukan ground breaking sejak Januari 2018, rusunami DP 0 di Pondok Kelapa, Jakarta Timur itu belum juga bisa dijual pada warga Jakarta.

2. OK OCE
Mendengar Program kewirausahaan OK OCE, maka yang teringat langsung sang penggagas Sandiaga Uno. Sayangnya, saat ini jumlah anggota OK OCE belum mencapai target yakni 50 ribu pengusaha baru di tahun pertama.
Ketua Umum Persatuan Gerakan OK OCE Faransyah Jaya mengaku sedih Sandiaga meninggalkan DKI. "OK OCE kehilangan maskot," katanya.

3.OK Otrip
Program integrasi Transjakarta dengan angkot alias OK Otrip maish menyisakan PR besar. Meski sudah tiga kali masa uji coba, jumlah armada angkot yang bergabung sangat masih sangat sedikit yakni 123 armada, sedangkan target armada yang bergabung adalah 2.609.

4. Skybridge Tanah Abang
Sandiaga berjanji akan menuruti Ombudsman membuka kembali Jalan Jatibaru dengan cara membangun skybridge untuk pejalan kaki dan pedagang kaki lima. Sandiaga berjanji skybridge rampung pada Oktober 2018.

5. Stadion Persija
Stadion bertaraf internasional seperti Old Trafford yang dijanjikan Sandiaga Uno sejak kampanye Pilkada belum menunjukkan perkembangan. Sandiaga sudah beberapa kali menemui pihak swasta yang ingin berinvestasi membangun stadion senilai Rp 4,7 triliun. Namun hingga kini, belum ada kepastian kapan dan siapa yang akan membangun stadion internasional untuk Persija itu.

7. LRT (Light Rail Transit)
Kereta ringan yang semula ditargetkan sebagai angkutan para atlet Asian Games terancam tak dapat digunakan saat Asian Games 18 Agustus mendatang. Padahal Sandi berjanji LRT bisa digunakan awal Agustus. Nyatanya hingga saat ini, LRT rute Velodrome-Kelapa Gading masih tahap ujicoba.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com

(mdk/eko)