Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap, Penumpang KRL Capai 71.325 Orang

Jakarta Kembali Terapkan Ganjil Genap, Penumpang KRL Capai 71.325 Orang
KRL. ©2012 Merdeka.com/Imam Buhori
JAKARTA | 3 Agustus 2020 09:53 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan sistem ganjil genap untuk membatasi jumlah kendaraan. Meski demikian, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tidak melihat ada lonjakan tinggi penumpang.

Sampai pukul 07.00 Wib, terpantau 71.325 pengguna atau penumpang kereta rel listrik (KRL). Angka tersebut tak jauh berbeda jika dibandingkan Senin pekan lalu pada waktu di mana terdapat 72.529 pengguna.

"Pengguna kereta rel listrik Commuter Line pada pagi hari ini terpantau relatif stabil. Jumlah pengguna hingga pukul 07.00 WIB pagi ini tidak berbeda jauh dengan Senin pekan lalu, meskipun Senin ini bertepatan dengan hari kerja pertama usai libur akhir pekan panjang Iduladha, dan perpanjangan PSBB Transisi DKI Jakarta yang menerapkan kembali aturan ganjil genap di 25 ruas jalan," kata VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, dalam keterangannya, Jakarta, Senin (3/8).

Menurutnya, sejumlah stasiun memang sempat mengalami peningkatan jumlah penumpang seperti di stasiun Bogor, Bojonggede dan Rangkasbitung. Di Stasiun Bogor pagi ini terdapat 6.919 pengguna, jumlah itu naik 6 persen dibanding waktu yang sama pekan lalu, di stasiun Bojong Gede 5.529 pengguna (naik 3 persen) dan di Stasiun Rangkasbitung tercatat 2.301 pengguna (naik 27 persen).

"Meski ada peningkatan, namun di stasiun-stasiun lainnya jumlah pengguna cenderung stabil, sehingga situasi di stasiun pagi ini tetap tertib, tidak terdapat lonjakan jumlah pengguna maupun antrean yang melebihi hari-hari sebelumnya," sebutnya.

"Hal ini dimungkinkan, karena adanya penambahan jumlah perjalanan di mana mulai 1 Agustus lalu PT KCI telah mengoperasikan 971 perjalanan KRL. Menurutnya, para pengguna juga mengikuti imbauan untuk mengatur perjalanannya dengan memanfaatkan akhir pekan untuk kembali ke Jakarta atau lokasi aktivitasnya, serta sebisa mungkin menghindari jam sibuk," sambungnya.

Selain itu, para pengguna KRL yang berada di Stasiun Bogor, Cilebut dan Cikarang juga telah menggunakan KMT, kartu uang elektronik bank maupun tiket kode QR seiring penetapan tiga stasiun tersebut resmi menjadi stasiun khusus KMT.

"Dalam memberikan layanan pada masa pandemi ini, PT KCI senantiasa mengutamakan pelaksanaan protokol kesehatan di antaranya kewajiban menggunakan masker, pengecekan suhu tubuh saat akan naik KRL, pembatasan pengguna di dalam KRL, menjaga jarak saat di stasiun dan KRL, serta penyediaan wastafel tambahan sebagai fasilitas untuk mencuci tangan," ungkapnya.

"Kebersihan stasiun dan kereta juga rutin dijaga dengan pembersihan berkala selama beroperasi maupun seusai jam operasional layanan KRL," tutupnya. (mdk/lia)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami