Jakpro Jelaskan Upaya Adhi Karya Tolak Hasil Tender

JAKARTA | 14 September 2019 06:32 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan Jakarta Internasional Stadion (JIS) atau dikenal Stadion BMW dapat selesai tahun 2021. PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang mendapatkan tugas membangun stadion pun langsung tancap gas pada awal tahun 2019.

Memburu waktu, Jakpro akhirnya memasukkan rancangan desain stadion dalam tender pembangunan. Harapannya keinginan Anies untuk memiliki stadion terbesar di Jakarta dapat terealisasi.

"Kalau tender desain kita pisah enggak cukup dua tahun. Desain bisa habiskan waktu satu tahun lebih, baru nanti bisa mulai tender kontraktor sudah berapa bulan. Padahal kita dikasih waktu harus selesai 2021," kata Direktur Konstruksi JIS Jakpro Iwan Takwi di kantornya, Rabu (11/9).

Iwan menceritakan proses tender Stadion BMW berjalan hampir tanpa kendala. Hanya saat proses pemasukan dokumen tender, peserta meminta waktu perpanjangan. Dan permintaan tersebut diakomodir oleh panitia tender.

Setelah waktu yang disepakati tiba, akhirnya hanya dua peserta berbentuk kerja sama operasional (KSO) dalam tender bernilai triliunan rupiah itu. pertama adalah PT Wijaya Karya Bangunan Gedung-PT Jaya Konstruksi-PT PP dan PT Adhi Karya-PT Hutama Karya-PT Nindya Karya-PT Indah Karya.

Dokumen tender masuk, panitia akhirnya melakukan penilaian. Baik secara teknis maupun anggaran. Hingga akhirnya KSO Wijaya Karya dinyatakan menang dengan nilai penawaran Rp4.085.552.000.000, atau lebih mahal Rp300 miliar dari KSO Adhi Karya.

"Setelah itu ada masa sanggah selama 3 hari. Dan pada hari terakhir ada sanggahan dari KSO Adhi Karya yang ditujukan ke direksi dan komisaris Jakpro," ujar Iwan.

Sayangnya aduan yang dilakukan oleh KSO Adhi Karya tidak ditujukan ke panitia tender. Mereka memutuskan mengajukan keberatan kepada Direksi dan Komisaris Jakpro. Sehingga prosedur yang disepakati bersama pada waktu anwizjing tidak jalankan.

Seharusnya, Iwan mengungkapkan, KSO Adhi mengajukan surat sanggah kepada panitia tender. Namun pihaknya mengajukannya, harus memberikan jaminan sanggahan sebanyak 1 persen dari harga perhitungan sendiri (HPS) atau senilai Rp44.459.275.641.

"Dia malah melakukan pengaduan ke komisaris Jakpro. Komisaris langsung meminta klarifikasi ke panitia tender. Saat itu KSO Adhi Karya merevisi surat aduan mereka sebanyak 2 kali, jadi ada tiga surat yang masuk," jelasnya.

Akhirnya pihak direksi dan komisaris memanggil panitia tender. Setelah melakukan klarifikasi, akhirnya proses tender dilanjutkan dan menetapkan pemenang KSO Wijaya Karya.

Untuk memastikan tidak adanya kekeliruan, panitia tender kembali memanggil pemenang tender untuk memastikan apa yang mereka tawarkan dalam dokumen tender. Dalam agenda klarifikasi dan negosiasi tersebut, panitia tender mengupayakan agar tidak adanya kekeliruan.

"Ada tahap klarifikasi dan negosiasi. Gunanya apa yang ditawarkan mereka saat tender itu diklarifikasi lagi. Jangan sampai ada yang dipakai mereka untuk ngeles lagi. Jadi itu dipastikan lagi, dikuatkan lagi diproses ini terhadap pemenang tender," tutup Iwan.

Untuk diketahui peserta tender pembangunan Stadion BMW hanya diikuti 2 peserta. Peserta kerja sama operasional (KSO) pertama adalah PT Wijaya Karya Bangunan Gedung-PT Jaya Konstruksi-PT PP. Sementara KSO kedua, PT Adhi Karya-PT Hutama Karya-PT Nindya Karya-PT Indah Karya.

Menariknya, KSO Wijaya Karya menang dengan nilai penawaran Rp4.085.552.000.000, lebih tinggi dibandingkan dengan KSO Adhi Karya. Dalam dokumen Pengumuman Peringkat Nomor: 006/KU5000/102/VII/2019 tertanggal 8 Agustus 2019 yang diterima merdeka.com, KSO Adhi Karya memberikan harga penawaran Rp3.782.969.000.000, atau lebih rendah Rp300 miliar dari KSO Wijaya Karya.

Dalam dokumen tersebut, KSO Wijaya Karya mendapatkan nilai teknis 66,14 persen dan nilai harga 27,78 persen. Sementara KSO Adhi Karya mendapatkan nilai teknis 60,17 persen dan nilai harga 15 persen.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akhirnya angkat bicara terkait lelang proyek Jakarta Internasional Stadium alias Stadion BMW. Tender proyek ini menuai polemik setelah PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menentukan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung-PT Jaya Konstruksi-PT PP memenangkan tender. Nilai penawaran Rp4.085.552.000.000.

Menteri Basuki menegaskan, lelang tender bisa diulang. Kondisi tersebut bisa dilakukan apabila ditemukan kesalahan dalam proses tendernya.

"Nanti tinggal mereka teliti lagi sanggahannya betul apa tidak, kalau benar mungkin tender ulang," ujarnya di Jiexpo, Jakarta, Rabu (11/9).

Menteri Basuki memandang wajar adanya polemik dalam proses tender atau lelang. Proses tersebut bisa terjadi jika salah satu merasa kurang puas dengan keputusan pemilik proyek.

"Itu proses biasa di PU (Pekerjaan Umum), tidak istimewa, kalau ada orang menyangga itu proses yang ada dalam Perpres. Perpres itu memungkinkan untuk di sanggah," jelasnya.

Hanya saja, dia mengingatkan, dalam proses tender tidak selalu perusahaan yang menawarkan harga murah yang menang. "Tender ulang atau sebagainya dan tidak harus termurah harus menang. Di Perpres nya itu sesuai aturan mainnya saja," jelasnya.

Sedangkan, pihak PT Adhi Karya tidak merespon saat dihubungi merdeka.com sejak Kamis (12/9). Merdeka.com telah mencoba menghubungi melalui pesan elektronik WhatsApp dan hubungan telepon. Sayangnya, pihak PT Adhi Karya belum juga memberikan respon.

Baca juga:
Sama-sama BUMN, Anies Minta Tak Ada Polemik Soal Pemenangan Tender JIS
PDIP Minta Jakpro Lelang Ulang Pembangunan Stadion BMW
VIDEO: Menteri Basuki Tegaskan Lelang Proyek Stadion BMW Bisa Diulang
Menteri Basuki Anggap Biasa Gugatan Hasil Lelang Taman BMW
Menteri Basuki Soal Polemik Tender Stadion BMW: Lelang Bisa Diulang
PSI Soal Tender Stadion BMW: KPK Harus Dilibatkan Karena Memang Janggal
Kadispora DKI Belum Terima Laporan Pemenang Tender Stadion BMW

(mdk/fik)