Jejak Kelam Prostitusi di Gang Sempit Penjaringan

JAKARTA | 22 Januari 2020 17:10 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Karaoke Kayangan di Kelurahan Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara, berada di permukiman padat penduduk. Gang sempit, jemuran warga, hingga parkiran motor, pemandangan yang tersaji di sekitar tempat hiburan yang belakangan diketahui jadi sarang prostitusi.

Bangunannya berlantai dua. Dengan warna mencolok. Di depan pintu, terdapat papan nama kafe itu. Di sinilah praktik perdagangan manusia itu dilakukan. Bermodus jual makanan, minuman dan hiburan musik.

Di tempat ini pula, sejumlah anak di bawah umur dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Warga bercerita mengenai jejak sejarah keberadaan kafe remang-remang itu.

"Saya tinggal di sini lebih dari 30 tahun. Saya sih yakin ini sudah berumur 50 tahun," kata Wakil RT 02, Agung Tomasia, di lokasi, Rabu (22/1).

Denyut hiburan malam di kawasan ini mulai ramai usai maghrib hingga menjelang subuh. Perputaran uang di kawasan prostitusi pinggiran ini cukup besar.

"Semalam itu sekitar Rp40 juta per malam, itu per kafe. Mulai pukul 8 malam ya sampai menjelang subuh. Di sini itu ada 25-an kafe," katanya.

Tempat hiburan malam di sana justru 'diuntungkan' setelah lokalisasi Kalijodo ditutup dan berubah fungsi menjadi ruangan buka hijau. Perempuan yang menemani lelaki hidung belang, bukan warga asli Penjaringan. Rata-rata datang dari berbagai daerah. Mereka tidak punya ikatan kerja dengan kafe atau tempat mereka mencari 'cuan'.

"(PSK nya) Di sini ada yang freelance. Dia tidak ada ikatan antara pengusaha kafe. Jadi boleh di mana-mana dan tidak tinggal di tempat, rata-rata dari luar. Jadi 60 persen freelance itu, mayoritas Indramayu. Tinggal di luar, di daerah Teluk Gong, bahkan dari Bogor ada. Untuk pelanggan itu macam-macam, tapi paling banyak itu ABK (Awak Buah Kapal)," bebernya.

Selama ini warga seolah tidak mempersoalkan keberadaan kafe remang-remang di wilayah mereka. Meskipun saban malam, musik tak berhenti berputar hingga menjelang matahari terbit. Namun, tetap ada aturan main yang harus dipatuhi pemilik kafe. Salah satunya berhenti beroperasi selama bulan Ramadan.

"Kita datangi dan inilah aturan-aturan di wilayah kami seperti ini. Malam Jumat tidak ada kegiatan, tidak ada musik. Hargai acara keagamaan Islam. Lebaran tidak ada aktivitas dan bulan puasa itu tutup total," ucapnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Mencari 'Kayangan' Prostitusi di Ujung Gang Sempit Penjaringan
Aksi Keji 'Mami' di Penjaringan, Tega Jual Anak di Bawah Umur ke Pria Hidung Belang
Derita Anak Korban Eksploitasi Karaoke di Penjaringan, Minum Pil Cegah Menstruasi
Anak di Karaoke Kayangan Dipaksa Layani 10 Pria Dalam Semalam
Anak Korban Perdagangan Manusia di Karaoke Kayangan Cemas dan Ketakutan
Lokalisasi Berkedok Kafe di Penjaringan, 2 Germo Ditangkap Polisi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.