Jelang Musim Hujan, Anies Diminta Siapkan Strategi Penanganan Banjir

JAKARTA | 11 Oktober 2019 14:22 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta serius mengantisipasi musim hujan yang diperkirakan akan mulai pada akhir bulan Oktober 2019 ini. Sebab pada saat hujan perdana pada Selasa (8/10) lalu, menyebabkan genangan di 30 titik.

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah mengatakan, Anies tidak pernah memberikan keterangan mengenai detail rencana antisipasi banjir pada musim hujan. Bahkan dalam 2 tahun terakhir, dia mengungkapkan, Pemprov DKI belum memiliki road map untuk penanganan banjir.

"Sudah 2 tahun lebih pak Anies menjabat, saya belum lihat dimana lokasi pasti akan dilakukan naturalisasi sungai dan drainase vertikal. Yang ada malah mulai muncul kembali wilayah sungai yang dijadikan pemukiman, seperti yang terjadi si bantaran Kali Ciliwung di Jalan Tanah Rendah," katanya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (11/10).

Dia mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta seharusnya memaksimalkan musim kemarau untuk melakukan upaya pencegahan banjir. Sayangnya, mantan staf Basuki Tjahaja Purnama itu menjelaskan, inisiatif pencegahan banjir tidak dilakukan.

Selain itu, Ima menyoroti, sampah yang terbawa arus Kali Ciliwung dan tertahan di Pintu Air Manggarai. Dia menyarankan, Anies membangun sistem penangkal sampah yang berapa di sepanjang titik sungai. Harapannya, sampah tidak terkumpul di Pintu Air Manggarai.

"Dan yang paling penting, Pemprov dan Pak Gubernur berani tidak menegakkan Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah dan Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum? Saya yakin jika aturan itu ditegakkan, tidak ada lagi warga yang berani membuang sampah di sungai," tutupnya.

1 dari 1 halaman

30 Titik Genangan di Hujan Pedana

Sebelumnya, hujan deras mengguyur Jakarta pada Selasa (8/10) malam. Hujan ini menyebabkan genangan di 30 titik. Demikian disampaikan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Juaini Yusuf.

"Data yang kita dapat dari BPBD itu ada 30 lokasi genangan. Yang kemarin itu genangan yang terus-menerus, kan masalahnya macam-macam," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/10).

Lokasi yang terkena genangan ini yaitu di wilayah bantaran sungai. Selain itu ada juga di lokasi yang terkena proyek LRT karena ada beberapa saluran terputus karena tiang pancang. Khusus di sekitar proyek LRT ini, dia mengungkapkan, pihaknya melakukan antisipasi dengan membuat saluran baru.

"Mudah-mudahan dengan antisipasi saluran yang terputus genangan sudah mulai berkurang atau bahkan tidak ada," jelasnya.

Untuk mengantisipasi banjir atau genangan, Juaini mengatakan, pihaknya juga rutin melakukan pengerukan waduk dan sungai serta saluran mikro. Selain itu, Pemprov DKI juga memperhatikan kualitas pompa air.

"Kita dalam menghadapi musim banjir datang karena pompa harus terus beroperasi dan hidup bila diperlukan," ujarnya.

Jumlah pompa yang disiapkan untuk lima wilayah di Jakarta sebanyak 300 unit. Selain itu ada juga pompa yang sifatnya mobile yang ditempatkan di setiap wilayah. Sejumlah petugas sebanyak 8.000 orang juga telah disiagakan.

"Kita sudah menyiagakan petugas-petugas kita. Dari bulan Juli kemarin kita sudah keruk-keruk, pompa juga sudah kita suruh persiapkan. Begitu ada yang rusak kita perbaiki," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Petugas UPK Pintu Air Manggarai Bersihkan Sampah Kayu dan Pohon
Usai Hujan Deras, Muncul 30 Titik Genangan di Jakarta
Tumpukan Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai Dikeruk
Banjir Kiriman dari Bogor Rendam Kebon Pala
Ditargetkan Rampung 2020, Tanggul NCICD Fase A Terkendala Pemukiman Warga
Pemprov DKI Targetkan Pengerukan Kali Selesai Akhir Oktober