Jeritan Sopir 'Mati Total' Sejak Kopaja dan Metromini 'Hilang'

JAKARTA | 25 Agustus 2019 11:10 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Seorang mantan sopir Kopaja P20 jurusan Lebak Bulus - Senen bernama Maman kini harus berjuang keras mencari nafkah untuk empat orang anaknya. Sebab, sejak beberapa tahun lalu sudah tak lagi narik Kopaja karena kalah saing dengan TransJakarta dan moda transportasi lainnya.

"Dulu waktu berjalannya P20 itu sendiri lumayan lah ibarat kata anak bisa sekolah, terus rumah tangga juga kecukupan, sedangkan sekarang ini mati total saya pak, sudah nggak ada pemasukan, sedangkan sekarang nyari kerjaan juga dampaknya orang pendidikan juga, sedangkan saya pendidikan nya minim pak," katanya saat ditemui di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (23/8).

"Anak saya 4, waktu saya narik Alhamdulillah bisa disekolahin lah, sekarang tinggal satu nih punya yang 5 tahun," sambungnya menceritakan kondisi keluarga.

Kata Maman, dulu dirinya per hari mendapat uang sebesar Rp200 ribu.

"Dulu pendapat ya 200 ribu kantongin per hari. Sekarang ya kadang-kadang 50 ribu, juga kadang-kadang 30 ribu perhari. Sedangkan resiko sehari-harinya kan sekarang gede pak lumayan," ujarnya.

Menurutnya, semua harus berubah saat zaman telah berkembang. Sehingga, armada pun lama-lama akan kalah dengan perubahan.

"Ya mungkin perubahan zaman atau gimana adanya TransJakarta, ojek online itu lah segala macam. Terus semua armada itu ya istilahnya hilang begitu aja jadi nggak bisa untuk dilanjut gitu. Karena udah abis begitu aja sewanya. Ngalih ke angkutan lain ke TransJakarta atau ojek online," kata Maman.

Lebih lanjut ia berharap Pemprov DKI Jakarta dapat memberikan kemudahan bagi para mantan sopir untuk bergabung di TransJakarta. Karena, salah satu syaratnya harus miliki ijazah.

"Harus punya ijasah, sedangkan kita punya skill punya, paling syarat punya SIM, tapi nggak segampang itu kita masuk. Ini SIM saya masih ada B1 umum," pungkasnya.

Senada dengan Maman, Tampubolon, sopir Kopaja P20 ini mengakui kalau ingin sekali mencari pekerjaan lainnya. Bahkan, ingin menjadi sopir TransJakarta.

"Kalau ngelamar TransJakarta kan usianya terbatas, kita udah usia 50 lebih enggak diterima lagi di situ. Orang persyaratan usianya di bawah 40. Pengen sih Transjakarta tapi kan kita kan terbentur di usia. Moga-moga omongan ini didengar," pungkasnya.

Dia mengatakan, tak sedikit sopir Kopaja atau Metromini yang ingin masuk Transjakarta.

Baca juga:
Kopaja dan Metromini 'Hilang', Bus sudah Dijual Kiloan oleh Pemilik
Melihat Puluhan Bus Transjakarta yang Rusak di Terminal Pulogadung
Kemenhub Ingin Kendaraan Listrik Lebih Dulu Diterapkan Pada Angkutan Umum
Mulai Hari Ini, Angkutan Umum di Bekasi Bisa Dipesan Online
Setelah LRT, Trem dengan 8 Stasiun akan Dibangun di Bogor

(mdk/ded)