Jumat pekan ini, Pemprov DKI akan temui Tim Sinkronisasi Anies-Sandi

JAKARTA | 29 Mei 2017 15:27 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera mengadakan lagi rapat dengan tim sinkronisasi dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Sekretaris daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah menyebut pertemuan itu bakal dilakukan pada Jumat pekan ini.

"Mungkin nanti kita adanya kita akan undang, tadi saya sudah lapor ke Pak Plt, tim sinkronisasi oke tanggal 2 Juni hari Jumat ya," kata Saefullah, di Balai Kota Jakarta, Senin (29/5).

Mantan Wali Kota Jakarta Pusat ini mengatakan, belum mengetahui apakah tim dipimpin Sudirman Said bisa memenuhi undangan rapat di Balai Kota. Menurutnya, Pemprov hanya berkewajiban untuk memfasilitasi sebelum Anies-Sandi menjabat bulan Oktober mendatang.

"Belum tahu kalau kehadiran beliau belum tahu cukup kita TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) akan dengar lalu menangkap aspirasi seperti apa," ujarnya.

Berdasarkan hasil rapat antara tim sinkronisasi dan Pemprov DKI Jakarta, beberapa program Anies-Sandi sudah sinkron dengan program Pemda. Hal itu diungkapkan Kepala Bappeda Tuty Kusumawati.

Menurut Tuty, hanya ada tiga tambahan program seperti community action plan peningkatan kualitas kelurahan, community action plan peningkatan kawasan pemukiman kelurahan Kampung Londan, Kampung Kerapu sebesar 350 juta dan Bukit Duri 350 juta. Serta penambahan anggaran sebesar Rp 350 juta untuk community action plan, peningkatan kualitas kawasan permukiman kelurahan di Kampung Akuarium dan Kampung Kunir.

"Program-programnya kan sinkron, jadi di level program sinkron, di level kegiatan pun hampir mayoritas sinkron, hanya sedikit sekali jumlah kegiatan yang nambah. Kemarin ini ada semacam studi untuk melakukan assessment tentang penurunan muka tanah. Itu kebetulan belum ada, jadi ya diadain." ungkap Tuty.

Baca juga:

Mendagri minta Pemprov & DPRD tak hambat program Anies masuk APBD-P

Tim Sinkronisasi Anies akan rapat bahas hasil diskusi Pemprov DKI

Besok, DPRD gelar paripurna istimewa bahas gubernur definitif DKI

Mundur jadi Gubernur DKI, Ahok tetap terima uang pensiun

Tak ada wakil gubernur buat Djarot selama pimpin Jakarta

Djarot akan terima dana Rp 2,5 M setelah resmi jadi Gubernur DKI

Program Anies-Sandi tak bisa masuk dalam APBD Perubahan 2017

(mdk/ang)