Kasus Covid-19 di Jakarta Terus Meningkat, Anies Bandingkan dengan Tingkat Kematian

Kasus Covid-19 di Jakarta Terus Meningkat, Anies Bandingkan dengan Tingkat Kematian
Anies Ungkap DKI Pecah 3 Rekor Baru Covid-19. Instagram @aniesbaswedan ©2020 Merdeka.com
JAKARTA | 22 Juli 2020 16:06 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tidak melihat kasus positif Covid-19 di Jakarta hanya berdasarkan angka. Ia mengakui Jakarta terus mengalami peningkatan jumlah kasus namun itu tidak terjadi terhadap tingkat kematian.

"Apakah CFR (case fatality rate) mengalami kenaikan? Dari yang kita temukan selama 2-3 minggu, angka PR (positivity rate) meningkat, tetapi, jumlah CFR tidak mengalami peningkatan," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7).

Ia juga beralasan angka laporan harian yang disampaikan melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta berdasarkan banyaknya testing secara Polymerase Chain Reaction (PCR). Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menegaskan, pihaknya terus memantau perkembangan sekaligus evaluasi langkah yang akan dilakukan.

Evaluasi tersebut dilakukan tiap minggu. Anies menjelaskan alasan tidak mengevaluasi setiap hari karena beberapa hal teknis yang tidak bisa dijadikan landasan untuk menentukan satu langkah, karena bersifat fluktuatif.

Selain itu, banyaknya jumlah kasus positif di Jakarta dari orang tanpa gejala (OTG) yang kemudian istilah ini diganti dengan konfirmasi asimtomatik. Menurutnya, banyak orang tidak menyadari dan tidak segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, untuk kategori ini.

Hingga kemudian, Pemprov DKI melakukan pelacakan masif terhadap dan menemukan banyak orang dengan konfirmasi asimtomatik dan merawatnya di rumah sakit.

"Mayoritas yang ditemukan OTG. yg dirawat adalah orang yang ditemukan positif, tanpa gejala, tapi punya komorbid atau berisiko, maka mereka kita minta untuk dirawat," tutup Anies.

Secara terpisah, pengamat kebijakan publik dari universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengkritisi alasan banyaknya kasus konfirmasi positif di Jakarta karena masifnya testing. Sebab, tanpa ada pengendalian ketat sementara testing terus diperbanyak bukan tidak mungkin kasus positif bisa ditekan.

Upaya yang harus dilakukan Pemprov menurut Trubus adalah melakukan karantina terhadap tempat-tempat di mana terdapat konfirmasi kasus positif.

"Itu hanya alibi, kalimat pembenaran karena Pemprov lemah dalam kebijakan preventif," kata Trubus. (mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami