Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Jakpus Perketat Protokol Kesehatan di Pasar

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkot Jakpus Perketat Protokol Kesehatan di Pasar
JAKARTA | 14 Juli 2020 14:50 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi meminta untuk memperketat pengawasan protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional wilayahnya selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi perpanjangan fase 1 menyusul temuan 41 kasus pedagang positif Covid-19 di Pasar Cempaka Putih.

"Ini harus di monitor terus sama pengelola pasar, jangan lepas tangan gitu. Jangan semuanya di serahkan ke pemerintah kota. Jadi pengelola pasar harus aktif juga," kata Irwandi dalam rapat pimpinan di Gedung Wali kota Jakarta Pusat dilansir Antara, Selasa (14/7).

Irwandi menambahkan pengetatan saat ini menjadi suatu keharusan mengingat masih banyak pedagang dan pengunjung yang kerap melanggar protokol kesehatan.

Dia meminta pengelola memerhatikan jumlah pengunjung agar jangan sampai melebihi 50 persen dari daya tampung pasar dengan menurunkan petugas untuk melakukan pembatasan.

"Misalnya sekuriti pasar nih kalau lihat pasar ramai. Ya kalau kepenuhan, pengunjungnya ditahan dulu jangan suruh masuk dulu. Kan gitu, jadi jangan sampai numpuk di dalam, ini kan bisa diatur. Namun masih banyak pasar yang belum melakukan hal ini," ujar Irwandi.

1 dari 1 halaman

Irwandi menyayangkan selama ini pengawasan di pasar-pasar masih mengandalkan petugas Satpol PP. Dia berharap pengelola pasar juga secara aktif bersama para Aparatur Sipil Negara (ASN) ikut melakukan pengaturan agar tercipta situasi kondusif di pasar selama PSBB transisi perpanjangan masih berlangsung.

"Pegawai dinas kan juga turut (pengawasan), nah harus efektif jangan cuma datang melihat-lihat. Tapi harus ikut mengatur di dalamnya (pasar)," tutup Irwandi.

Seperti diketahui, pasar menjadi salah satu lokasi yang menyumbang cukup banyak kasus positif Covid-19. Hingga Minggu (12/7) terkonfirmasi sebanyak 6,8 persen kasus positif Covid-19 ditemukan dari pemeriksaan tes massal di pasar-pasar.

Terbaru, di wilayah Jakarta Pusat sebanyak 41 pedagang di Pasar Cempaka Putih ditemukan terinfeksi virus asal Wuhan itu sehingga pasar haru ditutup sampai Rabu (15/7). (mdk/ray)

Baca juga:
Tak Terapkan Protokol Kesehatan, Sushi Tei di Puri Indah Mal Disanksi
DPRD DKI Minta Anies Tak Buka Hiburan Malam Sebelum Sekolah saat PSBB Transisi
Jokowi: Angka Kesehatan Belum Terlalu Membaik, Tapi Tidak Jelek
DPRD Pesimis Pemprov DKI Mampu Terapkan Kembali PSBB di Jakarta
Anies: Selama PSBB Transisi Ada 6.748 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami