Kasus Covid-19 Naik, Anies Sebut Uji Coba PTM Tetap Berjalan

Kasus Covid-19 Naik, Anies Sebut Uji Coba PTM Tetap Berjalan
Meksiko kembali memulai kegiatan belajar tatap muka. ©2021 REUTERS/Luis Cortes
JAKARTA | 14 Juni 2021 08:54 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kasus Covid-19 di Jakarta melonjak. Namun demikian, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kondisi itu tidak menunda rencana uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

"Pembukaan sekolah itu jauh, sekarang yang masih ada berjalan uji coba (PTM) jalan terus," kata Anies di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (13/6).

Anies memastikan, pelaksanaan PTM tetap berlangsung ketat berdasarkan protokol kesehatan yang ada.

"Kita bertanggung jawab atas kondisi yang sekarang sedang kita hadapi. Cara bertanggung jawab adalah dengan menjalankan seluruh prokes. Jam operasi ditaati, jumlah keterisian orang ditaati, demikian penggunaan masker ditaati," ucapnya.

Anies juga menyebut adanya peningkatan kasus aktif Covid-19 bila dibandingkan pada 6 Juni 2021 dan 13 Juni 2021. Kenaikannya mencapai 7 ribu kasus.

"Kasus aktif naik 11.500 jadi 17.400, naik 50 persen dalam 1 Minggu," ujar Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menyatakan positivity rate naik dari 9 persen menjadi 17 persen. Anies menyebut bila kemampuan testing Covid-19 sudah dilakukan empat kali lipat.

"Pekan ini ditingkatkan 8 kali lipat tapi tetap positivity ratenya tinggi. Ini menunjukkan di luar sana ada peningkatan kasus yang amat signifikan," kata dia.

Lalu untuk ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Ibu Kota juga mengalami peningkatan. Anies menyebut kenaikan tersebut sebesar 30 persen dari sejak 5 Juni 2021.

Sebelumnya, Kepala Sub Bagian Humas Kerja Sama Antar Lembaga Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja mengatakan sebanyak 226 sekolah mengikuti pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada hari ini, Rabu (9/6/2021).

"226 itu rinciannya 83 yang piloting terbatas kemarin yang telah melaksanakan, ditambah 143 sekolah yang saat ini melakukan PTM tahap satu," kata Taga saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan pada 83 sekolah sebelum yang telah mengikuti pada 7-29 April 2021, belum termasuk kategori uji coba. Taga merincikan, 143 sekolah yang ikut serta dalam PTM saat ini merupakan hasil seleksi dari sekitar 300 sekolah yang mendaftar.

"Untuk 143 itu rinciannya SD 76 sekolah, MI satu sekolah, SMP 14 sekolah, MTS 3 sekolah, SMA 11 sekolah, MA 1 sekolah, SMK 33 sekolah, LKP 4 sekolah, totalnya 143," ucapnya.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Baca juga:
Kemendikbud Ristek Minta Sekolah Siapkan Pilihan PTM Terbatas dan Daring
DPR Sebut Lima Alasan PTM Terbatas Harus Terlaksana
Kejar Tayang PTM Terbatas pada Juli 2021, Vaksinasi Guru Masih Jadi PR
Kemendikbud Sebut PTM Siswa PAUD Diarahkan Melakukan Aktivitas di Luar Ruangan
DPR Nilai Alasan PTM Harus Digelar: Anak-anak Semakin Tidak Produktif
PTM Terbatas, Antara Kesiapan Sekolah dan Peran Orang Tua

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami