Kata Polsek Tanjung Priok soal Jenazah Pasien Covid-19 Tergeletak di Jalan

Kata Polsek Tanjung Priok soal Jenazah Pasien Covid-19 Tergeletak di Jalan
Ilustrasi pasien Covid-19. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
JAKARTA | 22 Juni 2021 18:13 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Jasad penderita Covid-19 tergeletak di depan rumahnya, kawasan Sunter Agung, Tanjung Priok Jakarta Utara. Polisi pun memberikan penjelasan.

Kapolsek Tanjung Priok Kompol Ghulam Nabi Pasaribu menepis isu jenazah dibiarkan begitu saja. Dia menyampaikan langkah-langkah yang diambil oleh pihak Kepolisian pertama kali menutupi jenazah. Kemudian, berkoordinasi dengan Dinas terkait untuk segera mengurus jenazah korban.

"Kita menunggu mereka (Dinas terkait) bolak-balik karena prosedurnya seperti itu," kata dia saat dihubungi, Selasa (22/6).

Ghulam menyampaikan dari hasil koordinasi ternyata evakuasi jenazah Covid-19 menunggu giliran. Pada malam itu korban mendapatkan urutan ke delapan.

"Bukan lama evakuasi, emang untuk tim pemulasaran hanya satu. Jadi saat kita ajukan jadi kaya baris karena menunggu yang lain. Jenazah Covid-19 banyak jadi bukan karena mereka tidak mau tapi memang terbatas dan yang punya kemampuan pemulasaran jenazah covid tidak banyak. Kita menunggu itu," kata dia

Ghulam menerangkan, pihak kepolisian sendiri langsung bergerak begitu menerima informasi dari RW setempat berkaitan dengan adanya jenazah yang diduga terpapar Covid-19. Setelah dilakukan pengecekan, nama korban dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 sejak 12 Juni 2021 lalu.

"Kita dapat informasi dari RW. Jadi korban terkonfirmasi positif tapi datanya bukan di Sunter Agung. Nah di sini korban tidak melaporkan," ujar dia.

Ghulam mengatakan, diduga korban tidak melaporkan perkembangan terkait kondisi kesehatan ke pihak kelurahan maupun Puskesmas setempat sehingga menjalani isolasi mandiri tanpa pengawasan.

"Yang bersangkutan tidak melapor jadi dari Puskesmas dari kelurahan kesulitan untuk mengetahui. Kebetulan juga keluarganya kurang open karena data KTP-nya terdaftar di Papanggo," ujar dia.

Lebih lanjut Ghulam menjelaskan korban tinggal berdua dengan anaknya di rumah tersebut. Namun, anak korban saat itu sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran.

"Memang kadang-kadang masyarakat ketakutan (melapor). Padahal tujuannya biar bisa diawasi. Anaknya juga sudah positif langsung dirawat," terang dia.

Pascakejadian itu, Ghulam menuturkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan lantas meminta warga sekitar dan pihak keluarga menjalani swab di Puskesmas.

"Kita laksanakan swab dengan lingkungan sekitarnya karena kita tidak tahu ini sudah kemana saja. Jadi kemarin sampai sekarang kurang lebih ada 60 yang swab ke Puskesmas," ujar dia.

Saat ini jenazah korban sudah dikebumikan di TPU Rorotan Jakarta Utara.

"Korban dievakuasi dengan pemulasaran karena penanganannya sudah jenazah Covid-19. Korban ini dimakamkan di Rorotan," ucap dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com (mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami