Kebijakan Pemprov DKI Dinilai Mulai Berorientasi Pemulihan Ekonomi

Kebijakan Pemprov DKI Dinilai Mulai Berorientasi Pemulihan Ekonomi
JAKARTA | 29 Oktober 2020 09:04 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Ketua Ombudsman perwakilan DKI Jakarta Teguh P Nugroho menganggap kebijakan Pemerintah Provinsi DKI saat ini cenderung berorientasi pemulihan ekonomi. Kebijakan tersebut mengikuti pemerintah pusat yang dinilai menggenjot pergerakan ekonomi.

"Saya sudah melihat sejak WHO, menyatakan jangan lockdown karena memiskinkan orang miskin, orientasi pemerintah sudah ekonomi. Dan di Jakarta Pemerintah Provinsi sudah santai saja dengan ketidakpatuhan perkantoran untuk (batas maksimal karyawan bekerja di kantor) 50 persen," ujar Teguh, Kamis (29/10).

Menurunnya penegakan disiplin oleh Pemprov DKI menurut Teguh, dapat dilihat dari jumlah pelanggar yang cenderung stagnan. Padahal, imbuhnya, realita di lapangan pelanggaran langkah 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, masih sangat tinggi.

Teguh menuturkan, aturan tentang sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan akan efektif jika aparat penegak hukum Pemprov konsisten melakukan pengawasan dan penindakan.

"Sanksi akan efektif kalai konsisten. Tapi ya balik lagi pemerintah dan masyarakat sama-sama sudah lelah," tuturnya.

Tingginya mobilitas masyarakat di perkantoran juga tercermin dari data yang disampaikan Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang menunjukkan ada peningkatan mobilitas warga selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Perkantoran, masih mendominasi tingginya pergerakan masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo mengatakan persentase pergerakan masyarakat berdasarkan data Google periode 12-20 Oktober.

"Pergerakan masyarakat di tempat kerja meningkat 8,07 persen," ucap Syafrin, Selasa (27/10).

Syafrin menambahkan, peningkatan pergerakan masyarakat di perkantoran juga dialami di transportasi umum. Ia menyebut, peningkatan mobilitas di transportasi umum sebesar 5,21 persen.

Kemudian, imbuh Syafrin, peningkatan mobilitas juga terjadi di taman sebesar 3,07 persen, retail dan rekreasi bertambah 2,71 persen, dan area pemukiman bertambah 0,07 persen.

Namun, kata Syafrin, pergerakan masyarakat justru menurun di toko bahan makanan dan apotek.

"Toko bahan makanan dan apotek berkurang turun 4,21 persen," ucapnya.

Baca Selanjutnya: Sepeda Meningkat...

Halaman

(mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami