Kemensos Bakal Bagikan Paket Sembako untuk THL DKI Jakarta

Kemensos Bakal Bagikan Paket Sembako untuk THL DKI Jakarta
JAKARTA | 7 April 2020 23:22 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Kementerian Sosial akan menyalurkan bansos khusus kepada tenaga harian lepas (THL) di wilayah Jakarta. Mereka ini terpaksa kehilangan pekerjaan dan penghasilannya akibat merebaknya Covid-19. Terkait program ini, Kemensos bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta terkait data penerima manfaat.

"Kami semalam baru terima data dari Gubernur DKI yaitu data yang dari mereka adalah 2,5 juta jiwa atau 1,2 juta KK. Ini datanya sedang dalam pemadanan DTKS," kata Menteri Sosial Juliari Batubara dalam raker virtual dengan Komisi VIII, Selasa (7/4).

Mereka yang berpenghasilan harian, dia akui bisa saja selama ini bukan penerima manfaat PKH maupun program sembako. Hanya saja ketika Covid-19 merebak dan imbauan jaga jarak hingga pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diberlakukan, mereka ini kehilangan sumber penghasilannya.

Nantinya mereka ini akan menerima bantuan berupa paket sembako senilai Rp600.000 per bulan selama tiga bulan. Berdasarkan perintah Presiden, penyaluran bantuan dilakukan setiap pekan. Dengan begitu setiap penerima manfaat akan menerima paket sembako senilai Rp150.000 tiap pekan.

"Jadi kalau Rp600 ribu dibagi 4 (pekan dalam satu bulan) jadi tiap minggu di rumah tersebut mendapat sembako senilai Rp150 ribu sampai 3 bulan. Berarti ada 12 Minggu dia mendapatkan paket sembako. Kalau semua lancar, mulai bisa kita jalankan per 20 April," jelas politikus PDIP itu.

"Ini penugasan khusus dari presiden untuk warga Jakarta yang tidak harus KTP DKI Jakarta, tapi pekerja harian yang tinggal di DKI dan mereka sekarang mendapatkan kesulitan karena mereka tidak punya income (penghasilan). Makanya kita buatkan program khusus," terangnya.

Selain itu bansos khusus paket sembako juga akan diberikan kepada masyarakat Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek). Besaran bantuan pun sebesar Rp600.000 per bulan. Selama tiga bulan ke depan. Penerima bantuan ini akan didasarkan pada data dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dimiliki Kemensos.

"Kalau Bodetabek ini kita sudah kontak setiap kepala dinas sosial tapi kita mengasumsikan data yang ada di DTKS kami yaitu sekitar 576.434 jiwa atau 1.647.674 jiwa dalam bentuk sembako. Indeksnya juga Rp600 ribu dan durasinya 3 bulan. Jadi semuanya Rp600 ribu dan semua 3 bulan. Jadi April, Mei, Juni," ungkap Juliari.

Dia menambahkan, Kemensos telah telah menyiapkan bantuan langsung tunai (BLT) bagi keluarga yang tidak termasuk dalam penerima PKH mapun bantuan sembako. Besaran bantuan yang akan diberikan yakni Rp600.000 setiap bulan. Bantuan akan diberikan selama tiga bulan.

"Masih ada sekitar 7,5 juta warga yang tidak mendapat apa-apa. Artinya dia tidak mendapat PKH, dia tidak mendapat sembako, dia tidak mendapat bansos khusus. Ini kami sudah usulkan dan sudah disetujui mohon dukungan Komisi VIII," lanjutnya.

Untuk teknis penyaluran bantuan, Kemensos akan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. Juliari memastikan pihaknya akan memperhatikan prinsip social distancing agar saat penerimaan bantuan itu tidak terjadi kerumunan.

"Mekanismenya karena datanya sudah ada, data by name by address by NIK, kami mengusulkan disepakati disetujui oleh Presiden menggunakan PT Pos untuk mengirimkan BLT-nya karena PT POS pengalaman juga mengirimkan BLT di periode sebelum-sebelumnya," jelas Juliari.

Dengan adanya program bantuan sosial yang dikucurkan pemerintah, dia mengaku yakin bahwa 40 persen masyarakat Indonesia yang masuk dalam kategori paling miskin dapat menikmati bantuan pemerintah.

"Kalau ini semua kita lakukan program PKH, program sembako yang kita perluas, ditambahkan di Bodetabek ada sembako 3 bulan. Kemudian ada BLT di luar itu semua. Jadi kita pastikan minimum 40 persen masyarakat yang termiskin di Indonesia. Akan mendapatkan bantuan semua," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Sebelum PSBB, Pemprov DKI akan Distribusikan Logistik untuk Warga Miskin
Pidato Lengkap Anies Baswedan Soal PSBB di Jakarta Mulai 10 April
Wali Kota Rahmat Effendi Yakin PSBB di Jakarta Menekan Penyebaran Corona di Bekasi
PSBB: Seluruh Mal Jakarta Tutup, Resepsi Pernikahan Dilarang
Selama PSBB, Tak Ada Kegiatan Perayaan di Jakarta
Anies Ungkap 8 Sektor Tak Terdampak PSBB di Jakarta

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami