Kerja Sama dengan MRT dan KAI, Pemprov DKI Lakukan Penataan 4 Stasiun

Kerja Sama dengan MRT dan KAI, Pemprov DKI Lakukan Penataan 4 Stasiun
JAKARTA | 27 Februari 2020 01:05 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT MRT Jakarta (Perseroda) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkolaborasi melakukan penataan kawasan empat stasiun. Empat stasiun tersebut adalah Stasiun Juanda, Stasiun Senen, Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Sudirman.

Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo menuturkan penataan ini bertujuan meningkatkan pelayanan transportasi umum. Rencana ini mencakup kenyamanan dan keamanan pengguna transportasi, termasuk jaminan bisnis bagi ojek online (Ojol), ojek pangkalan dan pedagang kaki lima agar tetap aman. Sehingga program pemerintah dapat berjalan secara efektif dan efisien sesuai prosedur.

Syafrin mengatakan, pengerjaan proyek penataan stasiun secara fisik sudah dilakukan sejak 21 Januari 2020 dan ditargetkan selesai akhir Maret 2020.

"Proyek ini merupakan langkah awal perwujudan penyelenggaraan transportasi terintegrasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta," ujar Syafrin, Rabu (26/2).

Beberapa fasilitas yang dihadirkan di antaranya seperti penurunan dan pengambilan penumpang untuk ojek online, area parkir sementara ojek pangkalan, tempat pemberhentian sementara bajaj, plaza pedestrian untuk pejalan kaki, halte bus Transjakarta sebagai fasilitas integrasi serta perlengkapan transit.

1 dari 1 halaman

Prinsip penataan stasiun adalah mengedepankan integrasi antarmoda yang nyaman dan mengutamakan keselamatan. Sehingga dia berharap kegiatan ini dapat mendorong peningkatan penggunaan angkutan umum masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

"Kegiatan integrasi stasiun KAI dengan angkutan umum massal lainnya atau dengan angkutan lanjutan lainnya ditata dengan baik sehingga diharapkan tidak menimbulkan hambatan lalu lintas di sekitar Kawasan Stasiun, sehingga para pengguna kereta api (sekitar 1,2 juta orang) dan kendaraan angkutan darat (sekitar 980 ribu orang) dapat merasa nyaman," tukasnya.

Selain itu, kata Syafrin, seluruh pihak yang terdampak baik yang resmi maupun bisa dikatakan tidak resmi telah ditata oleh Pemerintah Daerah, diberikan alternatif pilihan lokasi dan fasilitas yang baik sehingga para pihak tersebut tetap dapat melaksanakan kegiatan ekonominya," papar Syafrin.

Untuk diketahui, pekerjaan penataan kawasan stasiun ini secara administrasi dimulai sejak penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemprov DKI Jakarta bersama PT KAI dan PT MRT Jakarta tentang Penataan Kawasan Stasiun PT KAI secara terintegrasi di Wilayah Provinsi DKI Jakarta Melalui Rencana Aksi Jangka Pendek (Quick Win) pada 10 Januari 2020. (mdk/ray)

Baca juga:
Wisata Murah di Surabaya Menggunakan Bus Wisata Surabaya Shopping and Culinary Track
Anies Baswedan: MRT dan Transjakarta Instrumen Pemersatu Bangsa
Sebanyak 35 Persen Penduduk Jakarta Intensif Gunakan Transportasi Umum
Penjualan Tiket Kereta Lebaran 2020 Resmi Dibuka, Berikut Harga dan Ketersediaannya
Kondisi Stasiun Manggarai Saat Rekayasa Perjalanan KRL

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami