Kesehatan Tetap Prioritas, Uji Coba PTM di Ibu Kota Terus Dievaluasi

Kesehatan Tetap Prioritas, Uji Coba PTM di Ibu Kota Terus Dievaluasi
Uji coba belajar tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
JAKARTA | 17 Juni 2021 08:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan pihaknya belum memutuskan untuk menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli 2021. Evaluasi terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kasus Covid-19 di Ibu Kota.

"PTM sekarang masih uji coba, jadi teman-teman akan lihat apakah dimungkinkan tatap muka untuk sekolah atau tidak. Sementara kami terus melakukan uji coba dan akan dievaluasi terus," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (16/6).

Menurut dia, saat ini pertimbangan kesehatan lebih diutamakan. Sebab, beberapa hari terakhir terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Jakarta.

"Jadi pilihannya pendidikan sama kesehatan, tentu dua-duanya harus kami capai, tapi mana yang harus diutamakan," ucapnya.

Kendati begitu, Riza mengaku mengapresiasi upaya pemerintah pusat untuk memungkinkan pelaksanaan PTM saat ajaran baru sekolah. Namun, dia menyebut pelaksanaan metode itu harus diiringi kondisi yang membaik.

"Tentu kami menginginkan anak-anak segera kembali ke sekolah untuk mendapatkan pelajaran yang baik seperti sebelumnya. Jadi, akan kami lihat (penambahan kasus) sampai bulan Juli, karena masih ada waktu ya," jelas dia.

Sebelumnya, Mendikbud Ristek Nadiem Makarim kukuh akan membuka sekolah tatap muka terbatas pada tahun ajaran baru, Juli 2021 mendatang. Penerapan kebijakan ini menjadi harga mati kendati tren kasus Covid-19 saat ini melonjak usai libur lebaran.

Dia beralasan masa depan Indonesia sangat bergantung pada sumber daya manusia. "Tidak ada tawar-menawar untuk pendidikan, terlepas dari situasi yang kita hadapi," tegas Nadiem dalam acara yang disiarkan YouTube Kemendikbud RI, Rabu (2/6).

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengungkapkan, kegiatan sekolah tatap muka yang rencananya digelar Juli 2021 hanya diikuti maksimal 25 persen dari daya tampung sekolah. Jumlah itu menurun dari penetapan sebelumnya paling banyak 50 persen kapasitas.

"Bapak Presiden meminta pendidikan tatap muka harus dijalankan dengan ekstra hati-hati. Tatap muka terbatas pertama hanya maksimal 25 persen murid. Tidak boleh lebih dari dua hari seminggu," kata Budi dalam keterangan pers secara virtual, Senin (7/6).

Selain dua hari seminggu, dia juga menuturkan sekolah tatap muka hanya maksimal dua jam. Kemudian yang tak kalah penting, lanjut Budi, para pendidik juga harus sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Ika Defianti (mdk/yan)

Baca juga:
Penyebaran Covid-19 Tinggi, Kampus di Karawang Sempat Ditutup
Ada Varian Baru Covid-19, Kemendikbud Ristek Ingatkan Sekolah Tak Bisa Asal Dibuka
PTM Terbatas di Tangsel Batal jika Kasus Covid-19 Tak Kunjung Turun
Kejar Belajar Tatap Muka, Jatah Vaksin Lansia di Sumsel Dialihkan ke Pendidik
Disdik Benarkan SD di Jakpus Sempat Tunda PTM Karena Guru Terpapar Covid-19
Empat Sekolah di Jakarta Ini Menunda Pelaksanaan Uji Coba PTM
78 Persen Sekolah Dasar Telah Lakukan PTM Terbatas

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami