Kesepakatan Tak Terpenuhi, Driver dan GO-JEK Lanjutkan Mediasi Pekan Depan

JAKARTA | 5 Agustus 2019 19:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Massa dari Asosiasi Ojek Online Indonesia (ASOOI) menggelar aksi di depan kantor mereka di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Salah satu tuntutan mereka agar sanksi pembekuan saat pengemudi GO-JEK membatalkan pesanan dihapus.

Pantauan di lokasi, Senin (5/8), sempat ada mediasi antara driver dan pihak manajemen. Namun tidak menemui kesepakatan. Sehingga dijadwalkan akan dilanjutkan pada 12 Agustus nanti.

"Dilanjutkan tanggal 12 Agustus nanti dari pihak Polda (Metro Jaya) membantu untuk mediasi," ujar koordinator lapangan, Wahyu.

Namun mereka berharap ada perwakilan pengemudi baik GO-JEK dan GOCAR yang hadir di mediasi pekan depan.

"Kemungkinan hanya beberapa orang aja perwakilan. Tidak kaya gini lagi," tutur Wahyu.

Driver yang berdemo akhirnya membubarkan diri. Mereka menuju tempat parkir sepeda motor masing-masing

Ditambahkan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar, Polda Metro Jaya akan memfasilitasi pertemuan antara GO-JEK dan perwakilan driver yang berdemo. Namun begitu, pihaknya tidak bisa memastikan bahwa pertemuan itu akan diadakan pada tanggal 12 Agustus nanti.

"Kemungkinan tanggal 12. Tapi ini kan berdekatan dengan HUT Kemerdekaan RI ya. Jadi masih tentatif," ujarnya.

Sempat Rusuh

Indra menambahkan, sempat terjadi kerusuhan saat demo sore tadi.

"Tadi ada salah personel kita yang kena. Dua orang kita amankan, kita data indentitasnya. Tapi berhubung personel kami juga tidak mengalami cidera parah, maka kami bebaskan," papar Indra.

Menurut keterangan Indra, massa rusuh karena salah satu perwakilan elemen pengemudi GO-JEK tidak diizinkan untuk masuk.

"Ini ada dua elemen, yang diterima elemen yang pertama dari Oraski itu. Nah yang kedua yang Gerhana (Alians Pengemudi GO-JEK Roda 4) merasa harusnya mereka ikut juga dong di dalamnya," jelas Indra.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Kemacetan Panjang Akibat Demo Sopir GoCar di Pasar Raya Blok M
Fakta-fakta Saat Heboh 4 Unicorn Indonesia Diklaim Milik Singapura
Kepala BKPM Minta Maaf dan Ralat Pernyataan 4 Unicorn Indonesia Diklaim Singapura
4 Unicorn RI GO-JEK, Tokopedia, Bukalapak & Traveloka Disebut Milik Singapura
MPL Rilis Gim Baru Bertema Ojek Online
BPKN Sebut Gojek Dukung Kebijakan Pemerintah Soal Perlindungan Konsumen
Startup Unicorn Tarik Investasi Asing ke Indonesia

(mdk/lia)