Keterpakaian Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Paling Tinggi se-Pulau Jawa

Keterpakaian Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Paling Tinggi se-Pulau Jawa
Akhir Pekan Warga Jakarta Jelang PSBB. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
JAKARTA | 21 Januari 2021 18:52 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan ada tujuh provinsi di Indonesia yang melaporkan keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 lebih dari 70 persen. Namun, lima di antaranya berada di Pulau Jawa.

"Penting untuk diketahui, 5 dari 7 provinsi atau sebanyak 70 persen daerah dengan angka keterpakaian tempat tidur lebih dari 70 persen ini berada di Pulau Jawa," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (21/1).

DKI Jakarta merupakan provinsi di Pulau Jawa yang memiliki keterpakaian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 paling tinggi. Akan tetapi, Wiku tidak merinci berapa persentase keterpakaian tempat tidur di rumah sakit DKI Jakarta.

Setelah DKI Jakarta disusul DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur. Tingginya keterpakaian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 di Pulau Jawa menunjukkan kasus aktif cukup tinggi.

"Provinsi-provinsi di Pulau Jawa memiliki kasus aktif (Covid-19) yang cukup tinggi sehingga semakin meningkatkan angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan," jelasnya.

Sementara itu, ada delapan provinsi yang mencatat keterpakaian tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 di angka 50 sampai 69 persen. Provinsi yang dimaksud yakni Jawa Tengah, Bali, Lampung, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur.

Wiku meminta delapan provinsi tersebut meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus Covid-19 dengan melakukan sejumlah langkah. Pertama, pimpinan daerah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 pusat untuk menambah kapasitas tempat tidur.

"Menambahkan kapasitas bed dengan mengkonversi ruangan pelayanan kesehatan umum menjadi ruang perawatan khusus untuk Covid-19," sambungnya.

Kedua, menambah jumlah tenaga kesehatan dengan membebaskan syarat kepemilikan surat tanda register (STR) untuk praktik dan penanganan pasien Covid-19. Ketiga, memberikan pelayanan kesehatan pasien Covid-19 di fasilitas kesehatan sesuai standar yang telah ditetapkan.

"Pastikan juga layanan yang diberikan kepada pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan ini sesuai dengan standar sehingga mereka yang dirawat dapat segera sembuh. Kesembuhan pada pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit merupakan salah satu kunci untuk menekan tingginya angka keterpakaian tempat tidur," tutupnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Satgas: Keterpakaian Tempat Tidur RS di 9 Provinsi Lebih dari 70 Persen
Kapasitas Penuh, Bekasi Kini Sediakan Ruang ICU di RSUD Tipe D untuk Pasien Covid-19
Kapasitas RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Tersisa 13 Persen
Ruang ICU Pasien Covid-19 di Bekasi Tersisa 25 Kamar
DPRD Usul Dinkes Buat Kriteria Pasien Covid-19 Luar DKI Boleh Dirawat di RS Jakarta
Sultan HB X Sebut Kapasitas Tempat Tidur di RS Pasien Covid-19 Telah Ditambah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami