Ketika 'Gempi' Jajal Trek Balap di Ancol, 'Ahok' dan 'Rafathar' Nunggu

Ketika 'Gempi' Jajal Trek Balap di Ancol, 'Ahok' dan 'Rafathar' Nunggu
Motor 'Gempi'. ©2022 Merdeka.com
JAKARTA | 17 Januari 2022 05:00 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Kebiasaan memberikan nama bagi sepeda motor sudah sering terdengar, tak terkecuali para club motor yang mengikuti ajang balapan Street Race Polda Metro Jaya, di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

Dari ratusan motor yang menjajal lintasan drag race sepanjang 800 meter, terlihat satu motor yang mencolok dengan wajah anak dari aktor Gading Marten dan Penyanyi Gisella Anastasia, Gempita Nora Marten di body depannya.

Gempita adalah salah satu motor drag race, buatan club motor Komeng Motor Speed asal Jakarta Pusat, yang memilih anak Gading dan Gisel itu menjadi nama motor Ninja 150R mesin dua tak itu.

"Iya karena lucu aja, gitu. ini kita pakai nama Gempi ini," kata Syahril salah satu asisten mekanik Komeng Motor Speed ketika ditemui di lokasi, Street Race, Ancol Jakarta Utara, Minggu (16/1).

Menurutnya, pemakaian nama Gempita Noura Marten ini hanya sekedar candaan semata, terlebih memang timnya yang ngefans dengan tingkah laku lucunya anak Gading tersebut.

Bahkan bukan cuman Gempi, lanju5 Syahril, pihaknya juva memakai nama Rafathar anaknya Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, hingga Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Semoga motor ini bagus gitu, rejekinya. Kita juga bukan cuma Gempi, ada Rafathar sampai Ahok juga ada tapi di masih bengkel kagak dibawa (ke lokasi balapan)," ujarnya.

Syahril mengungkap alasan klubnya memakai nama-nama anak artis maupun publik figur itu, agar ada sebuah harapan motor-motor tersebut dapat membawa rejeki untuk klubnya, ketika di ajang perlombaan.

"Komeng Motor Speed, jadi kita berharap pakai nama-nama mereka ini rezekinya jadi kaya mereka, karena kita ngefans juga," tuturnya.

"Iya gitu, ada juga Naga Hitam.Tterus kalau kita pakai nama Ahok itu kan sesuai sama prinsipnya dia, maju terus gitu pantang mundur. Jadi kalah menang ya belakangan," tambahnya.

Adapun untuk pembuatan proses modifikasi motor Gempita ini, kata Syahril, turut memakan waktu hampir tiga bulan lebih. Hingga motor siap untuk diterjunkan ke lintasan. Waktu tersebut dipakai, untuk melakukan riset hingga sejumlah uji coba.

Di mana, motor Gempita dengan basic Ninja 150 R 2tak itu seluruh bodynya diubah hingga menampilkan motor yang hanya setinggi kurang lebih sedengkul kaki orang dewasa, dengan bobot rangka tidak lebih dari 4 kilogram.

Sedangkan untuk spesifikasi mesin, Komeng Motor Speed masih memasangkan Motor Gempita dengan spesifikasi bawaan pabrik alias standar. Hanya piston yang diubah sedikit untuk menyesuaikan dengan performa motornya.

"Ini motor ringan bang, diangkat pakai dua tangan aja masih kuat ini. Karena rangkanya cuman 4 kilogram khusus buat rangkanya," ujarnya.

Ketika ditanya hasil pacuan dari Gempita, Syahril mengatakan jika motor yang menghabiskan kocek lebih dari Rp50 juta itu bisa melesat di jalan trek drag race mencapai rata-rata top speed 189 kilometer/per jam.

"Kita pernah tembus 189 km, jarak 500 meter. ini si Gempita khusus buat jarak pendek kan. buat drag race jarak pendek ya," terangnya.

2 dari 2 halaman

Harapan Street Race

Di sisi lain, Syahril yang mewakili Komeng Motor Sport merasa terima kasih dengan kehadiran acara balapan street race yang dihelat Polda Metro Jaya. Karena, dengan diadakan acara semacam ini bisa menjadi wadah bagi pecinta balapan jalanan untuk menyalurkan hobinya.

Terlebih, dengan biaya race yang terbilang murah. Ketimbang pihaknya harus menyewa sirkuit di Sentul Bogor, yang harganya bisa mencapai 10 kali lipat dari harga tiket Street Race Polda Metro Jaya.

"Kita sudah seneng sih dikasih fasilitas kaya gini. jadi lebih aman kan. Karena kalau dulu kan, kita harus ke Sentul tes nya dan itu biayanya engga murah. Tetapi kalau disini, sudah jauh lebih murah lah, murahnya 10 kali lipat lah," katanya

Meski demikian, Syahril tetap memberikan masukan untuk kedepan adanya perbaikan mulai dari sarana prasarana khususnya trek lintasan yang masih ada bergelombang di beberapa titik.

"Treknya harus diperhalus lagi, kurang rata bagi para ridernya. Sama tempat buat pit stop nya, agak lebih diperbesar ya. dan penontonnya juga masih agak kurang safety. Nah, sama listrik juga harus kedepannya diadakan. karena kita kan butuh buat ngecas aki," harapnya

"Termasuk pitstop juga kalau bisa diluasin lagi. Tetapi secara keseluruhan kita sudah senang dengan adanya ini, kita bisa tes motor lebih murah lah," tambahnya.

Pada kesempatan terpisah, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menyampaikan terkait rencana event yang digelar secara rutin pihaknya masih mempersiapkan lokasi lainnya untuk dijadikan trek drag race nantinya.

"Iyaa Insya Allah bulan depan kit akan adakan event yang sama untuk lokasinya masih kita cari, ada beberapa calon lokasi nanti kita survey dulu," katanya.

Adapun sampai saat ini, setidaknya beberapa lokasi yang telah dibidik Polda Metro Jaya diantaranya, BSD Serpong, Bekasi, hingga Tangerang untuk rencana di bulan depan, Februari 2022.

"Nanti mana yang memenuhi persyaratan layak untuk dijadikan lokasi seperti ini kita akan buka bulan depan tempat tersebut," katanya. (mdk/ded)

Baca juga:
Ratusan Pembalap Ramaikan Street Race Ancol
Polda Metro Jaya akan Evaluasi Pembatas untuk Penonton dengan Trek Balapan
Polda Metro Berharap Balap Motor Jalanan Mampu Minimalisir Kecelakaan
Syarat dan Cara Pendaftaran Balapan Street Race yang Digelar Polda Metro Jaya
Cegah Dijadikan Ajang Judi, Balap Street Race Disiapkan hadiah Motor Hingga TV
Cerita Joki Balap di Ancol: Sekarang Lebih Nyaman Enggak Diuber-uber Polisi

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami