Ketua DPRD DKI Minta Pemprov Fokus Tangani Omicron Ketimbang Formula E

Ketua DPRD DKI Minta Pemprov Fokus Tangani Omicron Ketimbang Formula E
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
JAKARTA | 29 Januari 2022 15:56 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyarankan Pemprov DKI harus mendahulukan pencegahan penyebaran Covid-19 varian Omicron dibandingkan penyelenggaraan balap mobil listrik atau Formula E.

"Pemerintah harus berpikir bagaimana meminimalisir penyebaran omicron ini. Jangan Formula E terus yang dipikirin," kata Prasetyo saat dihubungi, Sabtu (29/1).

Politikus PDIP tersebut enggan mengomentari adanya rencana studi banding PT Jakarta Propertindo (Jakpro) ke Diriyah, Arab Saudi terkait Formula E. Namun, dia tidak yakin pembanguan sirkuit Formula E tersebut dapat selesai selama tiga bulan.

"Ya bukan pesimis tapi objektif saja, kalau hari ini sudah ada sentuhan apa yang dikerjain, sampai hari ini enggak ada, waktu enggak memungkinkan," ucapnya.

"Kita enggak boleh sembarangan, katanya event internasional. Kan bukan nama Pemprov DKI doang yang dibawa, tapi nama Indonesia yang dibawa ke mana-mana," jelas dia.

2 dari 2 halaman

Studi Banding ke Arab Saudi

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria tak mempermasalahkan adanya rencana studi banding yang akan dilaksanakan oleh PT Jakarta Propertindo ke Diriyah, Arab Saudi terkait penyelenggaraan balap mobil listrik atau Formula E.

Menurut dia studi banding ataupun kunjungan merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh instansi pemerintah.

"Itu sesuatu yang biasa saja, saya juga dulu di DPR ada studi (banding) yang penting benar dilakukan studi, selesai. Jangan diributkan," kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (28/1/2022) malam.

Lanjut dia, pemerintah pusat tidak melarang perjalanan ke luar negeri jika dalam keadaan mendesak. Studi banding merupakan kegiatan yang diperlukan dan bukan untuk bertamasya.

"Silahkan temen-temen cek transparansi, keterbukaannya, apakah di sana benar-benar studi, atau hura-hura. Silahkan kan terbuka," ucapnya.

Selain itu, Riza menyebut saat pandemi Covid-19 untuk perjalanan ke Arab Saudi tidak terlalu membebani keuangan perusahaan.

Reporter: Ika Defianti

Baca juga:
Kasus Covid-19 Naik, Bogor Minta Pemerintah Pusat Batasi Mobilitas di Jabodetabek
Kemenkes Pastikan Data Harian Kasus Covid-19 Angka Real Time
Satgas Covid-19: Data GISAID Ada 1.875 Kasus Omicron di Indonesia per 28 Januari 2022
Crowd Free Night Nanti Malam, Ini Ruas Jalan di DKI Dijaga Polisi
Wagub DKI Ungkap Alasan Pertahankan PTM: Sekolah Daring Hasilnya Tidak Maksimal

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami