Ketua DPRD DKI Tegaskan Revitalisasi Monas Untuk Formula E

JAKARTA | 22 Januari 2020 05:07 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi membenarkan adanya anggaran untuk merevitalisasi kawasan Monumen Nasional (Monas) sekitar Rp 114,47 miliar. Namun, dia menambahkan, anggaran tersebut bukan untuk penebangan pohon yang beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan publik.

"Kami tahu (ada dana revitalisasi). Tapi kan di Banggar revitalisasi Monas ini kaitannya dengan penyelenggaraan Formula E, bukan untuk tebang-tebang pohon begitu. Jadi gimana pengaspalan, pengalihan sejumlah ruas jalan untuk jalan yang akan menjadi trek," katanya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (21/1).

Menurut politikus PDIP ini, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan hal yang mubazir dengan menebang 190 pohon di kawasan IRTI Monas, Jakarta Pusat, meskipun tindakan itu disebut bagian dari proyek revitalisasi kawasan.

"Kalau alasannya untuk penghijauan ke depannya, ini tidak menambah luas Ruang Terbuka Hijau baru kok. Ini kalau saya bilang sih mubazir karena ini uang rakyat, yang saat ini lagi takut-takutnya nih sama banjir. Kenapa anggaran segitu besar (untuk penebangan) bukan buat penanganan banjir," jelasnya.

Menurut Prasetio langkah yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta menebang pohon dan diinformasikan akan diganti dengan pohon Tabebuya adalah langkah yang tidak tepat dan tidak diperhitungkan secara baik.

"Ini yang kadang saya heran, sangat disayangkan karena pohon-pohon di Monas itu sudah besar-besar dan butuh puluhan tahun untuk Jakarta memiliki pohon seperti itu lagi. Cukup aneh bagi saya karena di saat dunia sedang berlomba-lomba melakukan penghijauan ini kok malah melakukan penebangan," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Terlebih, lanjut Prasetio, Monas memiliki status sebagai cagar budaya sehingga tidak boleh sembarangan dalam melakukan revitalisasi.

"Makanya perlu ditinjau lagi konsep, kajian dan rencana induknya seperti apa," tegasnya.

1 dari 1 halaman

DPRD DKI akan Panggil Dinas Cipta Karya

Ke depannya, Prasetio akan meminta Komisi D untuk memanggil SKPD terkait untuk kembali meninjau tindakan penebangan tersebut seperti apa yang dielaborasi dengan konsep revitalisasi Monas yang diusung Pemprov DKI Jakarta.

"Iya saya akan minta Komisi D untuk memanggil SKPD terkait, kami mau lihat aturan dari cagar budaya itu seperti apa, kita mau tahu konsep besar dari revitalisasi Monas seperti apa. Karena kan Monas itu cagar budaya, Monas tidak bisa sembarang diperlakukan, untuk bangun ini dan itu," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta Heru Hermawanto belum bisa menjelaskan secara pasti konsep revitalisasi Monas. Ia hanya memastikan bahwa pohon tersebut dirapikan.

"Dihilangkan atau enggak, kami belum tahu persis, yang jelas nanti pohon-pohonnya akan dirapikan," kata dia saat dihubungi.

Menurut Heru, kawasan tempat pohon itu sebelumnya ialah kawasan parkir IRTI Monas. Ia memastikan dengan ada pengaturan pohon kembali dapat merapikan kawasan parkir tersebut dengan pohon yang tersedia.

"Ya pasti nambah, lah (RTH-nya), parkiran itu nanti kan dihijaukan yang sisi IRTI, terus yang rusak kan masih banyak tanaman yang belum bener. Nanti saya paparkan. Ntar, kalau boleh, saya minta izin paparkan," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Pemprov DKI Pastikan Pemenang Tender Revitalisasi Monas Bukan Abal-Abal
Pemprov DKI Sebut Revitalisasi Monas Tak Berkaitan dengan Formula E
Pengelola Monas Klaim Tak Tebang Pohon untuk Revitalisasi
DPRD DKI Panggil Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Soal Revitalisasi Monas
Revitalisasi Kawasan Monas Selesai Tahun 2021

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.