Ketua Komisi D DPRD DKI Pesimis Sumur Resapan Bisa Kurangi Banjir Ibu Kota

Ketua Komisi D DPRD DKI Pesimis Sumur Resapan Bisa Kurangi Banjir Ibu Kota
Banjir di Kemang Timur Lambat Surut. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
JAKARTA | 23 Februari 2021 09:59 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Pemprov DKI menganggarkan Rp400 miliar untuk membuat sumur resapan. Hal ini diyakini mampu mengurangi becana banjir yang kerap melanda ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memang memilih metode menyerap air hujan ke bumi (tanah) dalam mengendalikan banjir. Salah satu caranya membuat sumur resapan. Hal ini yang belakangan dikritik Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah pesimis dengan konsep sumur resapan tersebut. Dia mendorong Pemprov DKI rutin melakukan evaluasi terhadap fungsi dan manfaat sumur resapan sebagai upaya pengendalian banjir.

"Saya sih pesimis adanya sumur resapan ini bisa mengurangi banjir," kata Ida kepada merdeka.com, Selasa (23/2).

Politikus PDIP itu menjelaskan alasannya pesimis setelah melakukan rapat dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) pada Senin (22/2) dan dihadiri beberapa kepala suku dinas SDA.

Pada rapat tersebut, Ida bertanya kepada Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan tentang efektivitas sumur resapan di sana. Namun, tidak ada jawaban memuaskan yang diterima Ida dan Komisi D.

"Katanya ada (manfaat sumur resapan), tapi ketika ditanya apakah tempat yang sudah dibuat sumur resapan itu masih tergenang banjir atau tidak? Tidak bisa menjawab," kata Ida.

Selain itu, kata Ida, jika dilihat fungsi dan manfaat sumur resapan, anggaran sebesar Rp400 miliar terlalu besar. Menurutnya, pembuatan sumur resapan bisa dilakukan menggunakan dana CSR.

"Kalau memang ini mengurangi dan ini menjadi solusi terbaik sebenarnya tidak apa-apa jangankan Rp400 miliar, lebih pun saya akan dukung di komisi D. Yang saya khawatirkan justru anggaran Rp400 miliar tapi tidak efektif terkait dengan pembuatan sumur resapan," jelasnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini menargetkan 300 ribu lebih sumur resapan dapat dikerjakan pada 2021-2022. Ia juga mengatakan, seluruh dinas diwajibkan memiliki sumur resapan di setiap kantor.

"Kalau 2021-2022 rencana kita tinggal 300 ribu titik dengan anggaran Rp 400 miliar," kata Juaini di gedung DPRD DKI, Senin (22/2).

Saat ini, kata Juaini, sumur resapan yang dikelola oleh Dinas SDA sebanyak 2.794 titik. Sementara untuk sumur resapan di bawah dinas lain, ia mengaku tidak mengetahui detil.

Namun yang jelas, Juaini menegaskan, sumur resapan sangat efektif mengendalikan volume banjir Jakarta. Untuk itu, ia memastikan pembuatan sumur resapan periode 2021-2022 dapat terlaksana dengan cepat.

Juaini menuturkan, untuk pembuatan sumur resapan pada periode 2020 Dinas SDA mengalami kendala akibat minimnya vendor. Pada pekerjaan tahun selanjutnya, 100 vendor siap mengerjakan sumur resapan.

"(Sumur resapan) sangat efektif, yang selama ini sering terjadi genanangan di lokasi itu karena ada sumur resapan seperti yang dibilang seperti di depan kantor Kecamatan Jatinegara, biasa ada genangan di badan jalan itu hilang, lari ke sumur resapan itu," kata Juaini. (mdk/rnd)

Baca juga:
Atribut FPI di Tengah Banjir Jakarta
Faldo Maldini Kritik Pedas Anies Baswedan soal Banjir Jakarta, Sarankan Minta Maaf
Dikritik, Pemprov Sebut Data Ditampilkan Hanya Banjir Besar di Jakarta
4 Potret Rumah Baru Atta Halilintar Terkena Banjir, Mobil Lamborghini Nyaris Terendam
Banjir Jakarta, Wagub Minta Pengelola Gedung Parkirkan Mobil Tamu di Tempat Tinggi
Wagub DKI Klaim Publikasi Data Banjir Transparan Sesuai Fakta

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami