Kisah Farjri senang tapi takut ikut sunatan massal

JAKARTA | 29 Maret 2016 16:29 Reporter : Adriana Megawati

Merdeka.com - Belasan anak-anak usia 5 hingga 10 tahun datang ditemani orangtuanya untuk menghadiri acara sunatan massal yang berada di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (29/3). Terlihat seorang bocah usia 5 tahun sangat senang ketika melihat ratusan warna-warni balon yang berada di depan pintu masuk acara sunatan itu.

"Mak, ayok mak cepet mak ada balon banyak itu mak," ucap Fajri (5) sambil menggandeng tangan ibunya.

Rosdyah (30) tak kuasa menahan tarikan Fajri yang ingin melihat indahnya warna-warni balon di depan tenda. "Pelan-pelan yang jalan, enggak usah lari-lari," ujar Rosdyah dengan nada keras.

Lima belas menit Fajri menunggu antrean, ia duduk di sebelah sisi kiri panggung. Tubuh kecilnya membelakangi panggung, ia menatap teman sebayanya yang berada di balik tirai. Seketika rasa takut menjalar di sekujur tubuh bocah itu, ketika ia berjalan menuju balik tirai dan mengintip alat-alat dokter.

"Mak, ayo pulang aja. Aku nggak mau disunat, ayo mak pulang," ujar Fajri mereggek pada Rosdyah.

Rosdyah seketika heran dengan perubahan tingkah laku putranya. Rosdyah berusaha membujuk sang putra untuk disunat.

"Itu bentar lagi giliranmu, nggak sakit cuma bentar aja, nanti dikasih jajan banyak," ucap Rosdyah sambil membujuk Fajri yang merengek ingin pulang.

Namun Fajri tetap berkeras untuk pulang dikarenakan melihat teman-teman sebayanya yang menangis usai disunat. "Ayok mak, pulang aja, enggak mau mak enggak mau," ucap Fajri diiringi tangisannya yang semakin keras.

Usaha Fajri membujuk Rosdyah untuk pulang sia-sia begitu saja, tubuh mungilnya telah berada di atas kasur bilik sunat. Setengah jam, tubuhnya ditangani oleh tim kedokteran Polda Metro Jaya. Usai di khitan, senyum lebar tersungging di wajahnya dan menagih janji Rosdyah.

"Mak bener ya, jajan banyak," tagih Fajri pada Rosdyah.

"Iya, ini banyak jajanan," jawab Rosdyah sambil menunjukkan tas orange berisi sembako yang diberikan anggota kepolisian.

Kepada merdeka.com Rosdyah mengaku bahwa dirinya seorang pembantu rumah tangga. Sang suami bekerja di luar Jawa sejak Juni tahun lalu dan belum pulang ke rumahnya di kawasan Warakas hingga saat ini.

"Suami saya kerja di luar jawa, tapi belum pulang sampai sekarang, ya demi cukupin keluarga saya kerja jadi pembantu di dekat rumah saya sono, mumpung ada sunat gratis jadi saya daftarin anak saya mbak," tutur Rosdyah.

Sementara itu, Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) DKI Jakarta, Brigjen Pol Nandang Jumantara mengatakan bahwa selagi masih bisa membantu masyarakat kurang mampu, maka ia akan merencanakan program itu agar berjalan seterusnya.

"Selagi kita masih bisa membantu bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu, Insya Allah ke depannya akan kita perpanjang, sehingga setiap tahun, kita akan rutin adakan dua minggu sekali sunatan massal dan operasi katarak bagi warga yang kurang mampu," tutup Nandang.

(mdk/eko)

TOPIK TERKAIT