Kondisi Memprihatinkan Makam Dikubur Sampah di Menteng Pulo

JAKARTA | 10 Desember 2019 21:07 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemandangan tak lazim terlihat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo 2, Menteng, Pulo Dalam, Kota Jakarta Selatan, Selasa (10/12). Tempat pemakaman yang seharusnya menjadi lokasi peristirahatan terakhir itu kini menjadi tumpukkan sampah berbau dan kotor.

Tumpukan sampah itu terlihat ketika memasuki TPU Menteng. Dari pintu utama terlihat kanan kiri dihiasi sampah-sampah plastik dan coretan di nisan TPU Menteng Pulo 2.

Menurut penjaga warung di sekitar lokasi, sampah-sampah tersebut berasal dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab alias orang tidak dikenal. Sebab, area pemakaman menjadi jalan utama warga menuju jalan raya.

"Iya kalau masalah sampah itu dari orang-orang yang gak dikenal, disini tidak ada iuran kebersihan juga makanya di pojokan sana banyak gerobak yang berisi sampah menumpuk", ujar penjaga warung sekitar makam Mpok Een, saat ditemui di lokasi.

Dia mengaku perbedaan kondisi TPU Menteng Pulo 2. Dia merasakan perbedaan 10 tahun ke belakang yang mulai masih sepi dan gelap sampai kondisi sekarang yang sangat memprihatinkan.

"Kita sebagai warga asli sini sebenarnya merasa resah dan kasihan juga sama keluarga yang punya makam itu, mereka selalu mengumpulkan sampah-sampah itu lalu di bakar di belakang. Dulu mah jalanan sini masih sepi, lampu-lampu juga belum ada, masih bersih deh pokoknya", imbuhnya.

Dengan kondisi yang seperti ini, Dinas Perhutanan mengambil alih kuasa untuk kepengurusan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo 2 ini.

Dari dinas perhutanan sudah selalu mengambil langkah ketika ada orang yang membuang sampah sembarangan dengan cara menegormya, petugas juga sudah menebang pohon-pohon yang dinilai memperkeruh kondisi makam.

Rencananya petugas akan melapor kepada ketua RW sekitar namun waktu masih belum bisa mempertemukannya.

"Setiap ada yang buang sampah sembarangan kami tegor, kami juga sudah menebang pohon-pohon yang menambahi sampah dengan daun-daun keringnya. Rencananya kami akan melapor ke RW tapi dari kemarin beliau sibuk dengan kerjaannya," kata Dede, salah satu petugas Dinas Perhutanan.

1 dari 1 halaman

Jadi Perlintasan Warga

Tak hanya berubah fungsi menjadi Tempat Pembuangan Sampah (TPS), TPU Menteng Pulo 2 saat ini juga menjadi jalan alternatif bagi warga sekitar demi menghindari macetnya Jakarta.

"Yang pada lewat sini mah orang-orang yang enggak mau kena macet mas, pernah orang naik motor lewat sini kena semprot sama petugas Dinas Perhutanan gara-gara hampir menabraknya", ucap Mpok Een.

Jalanan TPU yang dijadikan jalan pintas warga ini sedikit meresahkan pengunjung makam sanak saudaranya. Pengunjung merasa terganggu apabila sedang berziarah di makam, karena tidak hanya satu yang melewati jalan ini tetapi banyak.

"Jujur aja mas saya sebagai salahsatu pengunjung makam ini merasa tidak fokus mendoakan adik saya yang sudah meninggal gara-gara suara motor, ditambah kondisi makam yang banyak sampahnya ini", ujar Wahyu salah satu pengunjung TPU Menteng Pulo 2.

Meskipun jalan tersebut hanya bisa dilewatin motor karena lebarnya yang sangat terbatas, tetapi suara motor yang berlalu lalang sangat mengganggu proses berdoa para pengunjung. Dari Dinas Perhutanan menegaskan bahwa jalanan alternatif ini berasal dari dijebolnya tembok pojok makam lalu motor seenaknya masuk.

Reporter magang : Habib Awwaluddin Rizqiwanto (mdk/gil)

Baca juga:
Garap Bisnis Pemakaman Muslim, Lippo Tawarkan Tarif Hanya Rp32 Juta
Pemprov DKI akan Revitalisasi 17 TPU di Jakarta
Pelaku Bongkar Makam di Tasikmalaya Pilih Nisan Secara Acak
Puluhan Makam di Garut Dipindah Akibat Pergerakan Tanah
Ingin Bangun RSUD, Pemkot Solo Bongkar Ratusan Makam China Bong Mojo
Melihat Proses
25 Makam di Tasikmalaya Rusak Secara Misterius

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.