Konsep Anies dan Ahok soal pendidikan dan pengangguran beda tipis

Konsep Anies dan Ahok soal pendidikan dan pengangguran beda tipis
JAKARTA | 12 April 2017 21:52 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Dua peserta Pilgub DKI Jakarta Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memiliki sejumlah kesamaan dalam mengatasi pendidikan dan pengangguran di DKI Jakarta. Yaitu sama-sama mengandalkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan melibatkan swasta. Namun ada perbedaan di antara keduanya.

Selain mengandalkan KPJ untuk membantu meringankan biaya pendidikan sekolah bagi warga kurang mampu, Ahok juga merekrut warga pengangguran untuk dijadikan pegawai harian lepas di dinas.

Selain itu, pegawai lepas akan diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan. Nantinya sertifikat yang didapat bisa digunakan untuk melamar pekerjaan yang lebih baik.

"Jadi pegawai harian lepas di dinas maupun PU dalam rangka menampung mereka putus sekolah dengan gaji UMP, kemudian dilatih sampai dapat sertifikat untuk kerja," kata Ahok saat debat pamungkas di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4).

Pernyataan Ahok ini menjawab pertanyaan Anies, terkait angka anak putus sekolah di DKI Jakarta yang mencapai 116 ribu jiwa.

Anies kemudian menimpali akan membuat program KJP Plus. Selain berfungsi sebagai bantuan untuk memudahkan mendapat layanan pendidikan, kartu tersebut juga bisa dijadikan peserta didik untuk mendapat pendidikan ekstrakulikuler atau kursus.

Selain itu, program Anies akan mengajak pihak swasta untuk mengatasi pendidikan dan pengangguran.

"Karena sektor swasa paling besar di Jakarta," tutur Anies menjelaskan alasannya.

Ahok lantas mempersoalkan mengikutsertakan pihak swasta. "Saya bingung kita disalapahamkan tidak melibatkan swasta. Begitu diikutsertakan dibilang memihak swasta," ucapnya.

Selain melibatkan swasta, dirinya juga akan mengikutsertakan pihak akademis untuk membantu mengatasi persoalan tersebut.

Anies pun mengakui ada kesamaan antara programnya dan Ahok dalam melibatkan swasta. Namun dia menyebut ada bedanya. "Di sini sama kita ingin melibatkan swasta. Tapi beda, kita akan membuat konsorsium," ucap Anies yang mengakhiri sesi debat kelima dalam tema pendidikan dan pengangguran. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5