Korban Gusuran Sunter Akui Tanah yang Ditinggali Bukan Miliknya

JAKARTA | 18 November 2019 17:19 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta menggusur rumah semi permanen yang berada di Jalan Agung Perkasa VIII, Sunter Jaya, Jakarta Utara. Pemilik rumah dipaksa pindah dari rumah yang sudah ditinggali bertahun-tahun.

Salah satu korban gusuran, Kurnia mengakui, tanah yang ditinggalinya selama ini bukan miliknya. Dia sudah tinggal di situ sejak tiga tahun lalu. Wanita yang akrab disapa Nia itu tinggal sejak tiga tahun lalu bersama orangtuanya.

Sebelumnya, ia tinggal di Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. Saat ini, identitas diri atau KTP yang dimilikinya juga masih sebagai warga Koja. Menurut dia, tanah yang ditinggalinya ini milik salah satu perusahaan.

"Rumah temporer di sini yang sudah ada dari tahun 1986, tanah di sini juga sebenarnya punya salah satu perusahaan," kata Nia di lokasi, Senin (18/11).

1 dari 2 halaman

KTP Jakarta

Nia mengatakan, pihak perusahaan yang memiliki tanah tidak pernah menemui warga semenjak ia tinggal di lokasi. Dia juga menjawab isu bahwa penggusuran dilakukan khusus warga yang tak ber-KTP DKI. Namun Nia dan keluarga merupakan warga asli Ibu Kota.

"Ini KTP saya sama Ibu saya KTP Jakarta Utara, kalau bukan warga DKI kan susah ngurus KJP. Tapi ini KJP juga dapat," tambah Nia.

Ia juga mengakui tidak memiliki sertifikat tanah dan bangunan yang ia tempati di Jalan Agung Perkasa VIII ini. "Enggak ada surat-surat tanah atau bangunan kaya gitu," tutup Nia.

2 dari 2 halaman

Tak Terdaftar di DPT

Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Widjatmoko justru ragu atas klaim warga memilih dan mendukung mantan Menteri Pendidikan tersebut saat maju dalam Pilkada DKI 2017.

"Cek saja didaftar pemilih sementara maupun daftar pemilih tetap, mereka ada enggak. Ya enggak terdaftar di DPS maupun di DPT. Terus mengklaim atas nama pemilih siapa," kata Sigit, Jakarta, Senin (18/11).

Ia menambahkan, sebelum melakukan penggusuran, Pemkot Jakarta Utara telah melakukan sosialisasi selama dua bulan. Saat proses eksekusi, menurut Sigit, berlangsung damai tidak ada intimidasi. Bahkan ada pula warga dengan suka rela membongkar sendiri bangunan semi permanen mereka.

"Jadi semua atas sepengetahuan warga, bahkan proses pembongkarannya kita hanya membantu, itu dilakukan sendiri oleh mereka," ujarnya.

Reporter Magang: Abyan Ghafara Anday (mdk/rnd)

Baca juga:
VIDEO: Mereka yang Tergusur dan Kecewa Janji Manis Anies
Korban Penggusuran Sunter: Saya Warga Sini, Punya KTP DKI Tetap Digusur!
Kronologi Penggusuran Sunter: Demo, Listrik Diputus, Alat Berat Datang
Nestapa Ratusan Korban Penggusuran Sunter
Kembalikan Fungsi Saluran Air, Bangunan Liar di Sunter Digusur
Wali Kota Jakut Sebut Korban Gusuran Sunter Tak Punya Hak Pilih di Pilkada DKI