Korban Penggusuran Sunter: Saya Warga Sini, Punya KTP DKI Tetap Digusur!

JAKARTA | 18 November 2019 16:29 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Hasan Basri dan Halimah hanya bisa meratapi nasib. Kini mereka dan dua anaknya terpaksa tinggal di gubuk kayu di hamparan puing rumah yang digusur Pemprov DKI Jakarta.

Warga Sunter Jaya, Sunter, Jakarta Utara ini jadi satu dari 60 pemilik rumah yang digusur. Dia menagih janji kampanye Anies Baswedan pada Pilkada DKI 2017 lalu yang tak akan menggusur.

"Nggak benar itu kalau bukan warga DKI yang digusur, saya warga DKI, KTP sini sama warga lainnya juga, tetap saja digusur," kata Hasan sambil menunjukkan e-KTP miliknya, Senin (18/11).

1 dari 4 halaman

Merasa Ditindas

Istrinya, Halimah tidak kuat menahan duka melihat rumahnya rata dengan tanah. Dia merasa menjadi korban kesewenangan Pemprov DKI Jakarta.

"Namanya manusia kok dilindas gitu saja, sudah kaya bukan sesama manusia, nggak ada bantuan apa-apa gitu buat warga," kata Halimah.

Halimah juga mengeluhkan penghasilan jualannya menjadi terhambat. Namun pengeluaran terus bertambah pasca penggusuran.

2 dari 4 halaman

Sekolah Pakai Sarung

Anak ketiga dari Hasan dan Halimah, Subhan, duduk di kelas 4 SD. Sejak penggusuran tidak masuk sekolah. Sang anak kehilangan baju seragam.

Bahkan, Subhan terpaksa mengenakan sarung untuk berangkat ke sekolah. Lalu pada Senin, Subhan dapat mengenakan seragam putihnya setelah sang Kakak mencari seragam kembali di puing rumahnya yang tersisa.

"Hari ini (Senin) Subhan pakai seragam atas dan bawahan putihnya yang baru ditemuin kemarin," kata Nia, kakak Subhan.

Pihak sekolah memberikan kebijakan keringanan kepada Subhan, dikarenakan pendidikan lebih utama.

3 dari 4 halaman

Bayi Baru Lahir Diungsikan

Hasan menambahkan, terdapat 2 kepala Keluarga korban gusuran yang baru melahirkan bayi beberapa hari lalu. Namun saat hari penggusuran, bayi langsung diungsikan ke tempat lain.

"Di sebelah sana ada bayi baru lahir beberapa hari. Balita juga banyak disini. Tapi yang baru lahir langsung dipindahkan soalnya hujan angin juga waktu itu" tutup Hasan.

4 dari 4 halaman

Bukan Pemilih Pilkada DKI

Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Widjatmoko justru ragu atas klaim warga memilih dan mendukung mantan Menteri Pendidikan tersebut saat maju dalam Pilkada DKI 2017.

"Cek saja didaftar pemilih sementara maupun daftar pemilih tetap, mereka ada enggak. Ya enggak terdaftar di DPS maupun di DPT. Terus mengklaim atas nama pemilih siapa," kata Sigit, Jakarta, Senin (18/11).

Ia menambahkan, sebelum melakukan penggusuran, Pemkot Jakarta Utara telah melakukan sosialisasi selama dua bulan. Saat proses eksekusi, menurut Sigit, berlangsung damai tidak ada intimidasi. Bahkan ada pula warga dengan suka rela membongkar sendiri bangunan semi permanen mereka.

"Jadi semua atas sepengetahuan warga, bahkan proses pembongkarannya kita hanya membantu, itu dilakukan sendiri oleh mereka," ujarnya.

Reporter Magang: Abyan Ghafara Anday (mdk/rnd)

Baca juga:
VIDEO: Mereka yang Tergusur dan Kecewa Janji Manis Anies
Nestapa Ratusan Korban Penggusuran Sunter
Kronologi Penggusuran Sunter: Demo, Listrik Diputus, Alat Berat Datang
Kembalikan Fungsi Saluran Air, Bangunan Liar di Sunter Digusur
Wali Kota Jakut Sebut Korban Gusuran Sunter Tak Punya Hak Pilih di Pilkada DKI