Kronologi Komplotan Begal Beraksi di Tol Hingga Akhirnya Ditangkap Polisi

Kronologi Komplotan Begal Beraksi di Tol Hingga Akhirnya Ditangkap Polisi
JAKARTA | 2 September 2020 13:47 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Polres Metro Jakarta Utara menangkap enam orang berinisial Ds alias AB (27), Mrs alias P (25), Sg alias W (15), Np alias B (43), Sa alias U (38), dan MJH alias J (21) setelah melakukan perampasan di Jalan Tol Wiyoto Wiyono. Pelaku perampasan menggunakan Mikrolet Nomor 15 jurusan Tanjung Priok - Ancol dengan nomor polisi B 1124.

Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Aries Andhi, mengatakan para pelaku beraksi di dua lokasi berbeda yakni di rest area arah Pelabuhan Tanjung Priok. Lalu di KM 15/800, Jakarta Utara pada 31 Agustus 2020 sekira pukul 02.30 WIB. Aksi ini sempat viral di media sosial.

"Pengungkapan kasus sindikat pelaku begal yang beraksi di dalam jalan tol," katanya di Polres Metro Jakarta Utara, Rabu (2/9).

Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat. Dibantu petugas PJR, polisi akhirnya bisa menangkap pelaku.

"Korban sopir-sopir truk atau kontainer yang mengalami kerusakan di jalan tol dan parkir di bahu jalan. Jadi, awalnya sudah banyak laporan yang disampaikan oleh penyedia jasa tol ini terkait dengan peristiwa perampokan di dalam jalan tol yang dialami para sopir truk dan sopir kontainer pada umumnya. Di mana korban pada saat itu adalah sopir truk yang sedang mengalami ban bocor," katanya.

"Dari laporan yang diterima ini, dilakukan analisa dan penyelidikan baik dari pihak penyelenggara tol termasuk dibantu rekan-rekan kita dari PJR (Patroli Jalan Raya) dengan beberapa kali patroli," sambungnya.

Kemudian, para pelaku ini berpura-pura membantu korban yang sedang tengah mengalami bocor ban. Usai membantu, para pelaku melakukan aksinya.

"Kronologis pengungkapan pada tanggal 31 Agustus itu, korban dalam hal ini sopir truk atas nama Irman mengalami ban bocor di tol yang melintas di wilayah Tanjung Priok-Ancol itu. Kemudian didatangi kelompok tersebut dengan kendaraan mikrolet ini, dan dihampiri dan dinyatakan kenapa berhenti," jelas dia.

"Ada yang bagian melakukan penodongan, mengamankan para korban, kemudian ada juga yang mencari dan menggeledah barang bawaan para korban tersebut, barang-barang berharga tentunya, baik itu uang maupun HP yang menjadi sasaran kelompok ini," pungkasnya.

Atas peristiwa tersebut, para pelaku dijerat dengan Pasal 365 pencurian dengan kekerasan dengan ancaman di atas lima tahun penjara. Sedangkan dua pelaku masih dalam pengejaran polisi. (mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami