Kronologi Transgender di Cilincing Tewas Usai Dibakar

Kronologi Transgender di Cilincing Tewas Usai Dibakar
JAKARTA | 8 April 2020 12:50 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - M (43) seorang transgender perempuan dibakar sekelompok orang di Area Garasi Kontainer Terminal Tanah Merdeka, Cilincing, Jakarta Utara. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (4/4) dini hari lalu pukul 02.00 Wib.

Ketiga orang sudah ditangkap di tempat terpisah. Yakni AP (27), RT (24) dan AH (26). Lainnya masih dikejar.

"Pelaku AP ditangkap di Bojong Bekasi, RT di Marunda dan AH di Kalibaru Cilincing. Tiga orang masih DPO atas nama inisial PD, AB dan IQ," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi, di Polres Metro Jakarta Utara, Rabu (8/4).

1 dari 1 halaman

Kronologi Kejadian

Tindakan sadis ini berawal saat seorang sopir atas nama inisial KM kehilangan satu buah tas berisi dompet, SIM, TAB merek Samsung dan dokumen Lift Off. Kejadian itu terjadi pada Jumat (3/4) sekitar pukul 06.00 WIB.

"Yang dicurigai adalah korban yang sebelum barang-barang tersebut hilang datang menemui saudara KM untuk meminta rokok sambil ngobrol," jelasnya.

Selanjutnya, KM mengadukan kehilangan itu kepada AG, petugas keamanan Area Garasi Kontainer Terminal Tanah Merdeka malam itu juga. Korban kemudian dijemput para pelaku dari kontrakannya di daerah Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara.

Korban dibawa ke terminal tersebut dan ditanya terkait barang-barang milik KM yang telah hilang. Korban mengaku tidak mengambil barang milik KM yang hilang.

"Para pelaku kesal dan langsung mengeroyok korban dengan cara memukuli wajah dan kepala serta badan korban dengan tangan kosong. Pelaku AB memukul kepala korban dengan papan kayu hingga korban jatuh dan tergeletak di lantai. Para pelaku menginjak-injak badan dan kepala korban," ungkapnya.

"Pelaku AB pergi membeli bensin eceran dan kembali lagi ke lokasi dan menyiramkan bensin sebanyak 1 liter ke kepala sampai badan korban. Kemudian, pelaku PD memainkan korek apinya untuk menakut-nakuti korban tetapi malah api yang menyebabkan korban terbakar," sambungnya.

Melihat api berkobar, para pelaku berusaha memadamkan api yang membakar korban. Saat api itu berhasil dipadamkan, para pelaku langsung bergegas pergi meninggalkan lokasi kejadian.

"Sementara korban berjalan ke arah kontrakannya. Tetapi, baru berjalan 200 meter korban tak kuat lagi dan duduk di pelataran musala," ujarnya.

Warga yang melihat kejadian itu langsung melapor ke Polsek Cilincing. Setelahnya, polisi yang dibantu warga membawa korban ke RSUD Koja, Jakarta Utara untuk mendapatkan pertolongan.

Ternyata, pada Minggu (5/4) sekitar pukul 12.30 WIB. Pihak RSUD memberitahukan kepada pihak kepolisian jika korban telah meninggal dunia.

"Selanjutnya, korban dibawa ke RS Soekanto untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab kematian korban," ucapnya.

Atas perbuatannya itu, para pelaku dikenakan Pasal 170 ayat (2) ke (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dengan ancaman kurungan penjara maksimal 12 tahun.

"Barang bukti yang diamankan 1 buah plastik bekas bensin, 1 korek api, papan kayu terdapat noda darah, sepasang sendal milik korban, ikat rambut milik korban bekas terbakar dan 1 unit motor Yamaha Mio B 4319 TWU," tutupnya. (mdk/lia)

Baca juga:
Seorang Transgender Perempuan di Cilincing Tewas Dibakar Massa
Sakit Hati Diminta Uang Rp1 Juta, Seorang Pria di Bekasi Bunuh Pacar
Pemuda Tewas Dikeroyok Puluhan Orang di Flyover Kranji
2 Perampok 'Geng Teras' Pembunuh Pedagang Kelontong di Depok Kembali Ditangkap Polisi
MA Tolak Banding, Dua Pembunuh Sopir Taksi Online di Garut Tetap Dihukum Mati
Modus Ajak Latihan, Pembina Pramuka di OKU Perkosa dan Bunuh Siswi SMP

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami