Kubu Ahok sentil Agus dan Anies, mimpin DKI tak cukup modal tampang

JAKARTA | 27 September 2016 05:31 Reporter : Muhammad Sholeh

Merdeka.com - Gelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 dipastikan bakal berlangsung panas dan sengit. Ada tiga pasangan kandidat gubernur dan wakil gubernur yang bakal bertarung. Mereka adalah petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Baru babak pendahuluan, tim pemenangan Ahok-Djarot mengaku telah menyiapkan strategi dalam menyambut masa kampanye Pilgub 2017. Bahkan, untuk memimpin DKI Jakarta ini harus memiliki modal dan pengalaman, tidak cukup hanya modal tampang saja.

"Nanti akan saya sampaikan sama tim agar bisa mensosialisasikan lebih gencar lagi soal prestasi yang telah dilakukan Ahok. Karena masyarakat harus tahu bahwa memimpin DKI tidak cukup hanya bermodal tampan saja tapi harus bermodalkan bukti yang nyata," kata Juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, Miryam S Haryani, Jakarta, Selasa (27/9).

Menurutnya, Jakarta membutuhkan pemimpin yang telah teruji kinerja dan prestasinya. Sedangkan, dia menilai kandidat-kandidat pesaing Ahok terbilang baru dalam dunia politik atau birokrasi di lingkungan Pemprov DKI.

"Sehingga belum sepenuhnya teruji," sentilnya.

Latar belakang dan rekam jejak pesaing Ahok-Djarot, lanjutnya, bukan jaminan bakal sukses memimpin Jakarta. Oleh karenanya, Miryam mengklaim Ahok-Djarot adalah pemimpin yang tepat bagi Jakarta karena telah membuktikan kinerjanya.

"Ahok memang bukan akademisi tapi beliau adalah praktisi yang berprestasi, itu yang harus diketahui oleh semua orang khususnya di DKI," klaimnya.

Sedangkan bakal calon gubernur DKI Agus Harimurti dan Anies Baswedan dianggap sejumlah kalangan dapat menarik simpati publik. Khususnya pemilih muda dan ibu-ibu. Apalagi keduanya memiliki wajah yang tampan dan sikap yang humanis.

Teranyar muncul relawan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang menamakan diri Agus Fans Club (AFC). Anggota mereka banyak mama-mama muda dan elemen lainnya.

"AFC ini diharapkan menjadi tempat sosialisasi dari semua elemen baik pemuda, wirausaha, mama-mama muda, semua bisa bergabung dengan AFC. Kita ingin membuat sesuatu yang baru, kita berharap menjadi terdepan," kata salah satu inisiator AFC, Muhammad Rifai Darus di Mid Town, Jakarta Selatan, Senin (26/9).

Menurutnya, saatnya pemuda harus memberikan kepercayaan kepada Agus. Bahkan menurutnya, AFC harus sampai ke pelosok RT-RW di DKI yang digerakkan oleh pemuda masa akan datang.

"Tokoh muda saatnya diberikan kepercayaan. Agus nanti suatu saat pasti hadir bersama AFC. Kita harap AFC terisi sampai RT dan RW. Poskonya harus ada di mana-mana. Di pemukiman warga juga luar biasa biar menyatu," ujarnya.

Bakal calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menyita perhatian publik dengan kewibawaan dan ketampanan wajah yang dimilikinya. Bahkan ketika Anies dicopot Presiden Jokowi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, tak sedikit anak buahnya yang menangis.

Tak jauh beda dengan calon wakil gubernur Sandiaga Uno. Ketika melakukan safari politik ke lapangan, tak sedikit pula ibu-ibu berebut foto dengan Sandiaga. Seperti halnya saat Sandiaga bertemu warga di Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan wilayah lainnya.

Kapolda Metro sebut siapa pun gubernurnya yang penting Jakarta damai

Ahok: Kalau ada yang jujur jangan pilih saya, kalau pilih bodoh

PKB beri 4 tantangan buat Agus-Sylviana jika menang Pilgub DKI

KPU DKI bakal tertibkan kampanye di medsos berbau SARA

Nusron: Apa hebatnya sih ketua tim Ahok, kayak jabatan apa aja

Ini foto-foto lucu pelesetan selfie para Cagub DKI

(mdk/sho)