Lebaran Betawi di Monas, Stan Makanan Gratis dan Rumah Adat Diserbu Pengunjung

JAKARTA | 20 Juli 2019 17:08 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Warga Jakarta memadati gelaran Lebaran Betawi 2019 yang diadakan di Monumen Nasional (Monas). Nuansa ala betawi sangat terasa di Monas.

Area silang Monas tampak dipamerkan dengan beberapa stan khas Betawi. Mulai dari rumah adat Betawi, makanan dan jajanan khas Betawi hingga pertunjukan adat.

Pengunjung tampak mengerubungi beberapa stan makanan hingga dekat panggung utama. Salah satunya adalah Nuri, warga Kebun Jeruk yang datang bersama anak beserta temannya.

"Saya tahu dari sosmed acara ini, baru dateng tadi sih siang, ini kepanasan akhirnya ke tenda duduk," tuturnya kepada Liputan6.com di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (20/7).

Dia mengaku ingin menikmati musik yang sedang ditampilkan. Dia juga belum mencoba makanan yang disediakan secara gratis di salah satu stan acara.

"Oh iya ada makanan gratis ya? Nanti saya mau cari deh," lanjutnya.

2019 Merdeka.com

Festival ini memang menyediakan beragam hiburan dan makanan khas adat Betawi untuk para pengunjung. Makanan seperti kerak telor, kue rangi, es selendang mayang dan gado-gado tersedia untuk dicicipi secara gratis.

Pengunjung hanya perlu mengantre untuk ambil kupon yang nantinya bisa ditukarkan dengan satu jenis makanan. Meski begitu, pantauan Liputan6.com, menjelang sore banyak dari makanan yang sudah habis.

"Banyaknya tadi pagi, ramai itu pagi banyak yang mau," ujar salah satu penjual makanan.

Selain itu, teras rumah-rumahan Betawi menjadi salah satu objek foto yang menarik bagi pengunjung Festival Betawi 2019.

Teras juga dihiasi lengkap dengan ondel-ondel mini dan kursi kayu. Tembok pun dicat dengan warna terang. Terlihat lucu dan menarik, banyak pengunjung mengantri untuk bisa berswafoto di sana.

"Kalau pengunjung mah dari pagi udah ada kali 300-an foto-foto di sini," tutur seorang petugas keamanan, Ubay.

Dia menjelaskan, pengerjaan instalasi teras rumah-rumahan Betawi itu dikerjakan selama kurang lebih satu bulan. Hasil pekerjaan itu pun berbuah manis karena pengunjung banyak yang menggemarinya.

"Ini ngecatnya yang lama. Tapi cepet lah kerjainnya, banyak soalnya yang ngerjain. Ga gitu lama, cuma ngecat aja keringnya itu," lanjut Ubay.

2019 Merdeka.com

Ubay sendiri mengenakan pakaian jawara Betawi berwarna merah, lengkap dengan peci hitamnya. Nampaknya, petugas keamanan memang sengaja diberikan seragam pakaian khas budaya Betawi. Yakni seperti kebaya encim bak abang dan none untuk yang perempuan dan baju jawara Betawi untuk yang laki-laki.

Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat

Baca juga:
Melihat Ritual Yadnya Kasada Suku Tengger di Gunung Bromo
Ini Rangkaian Acara Lebaran Betawi di Monas
Suku Tengger Akan Gelar Puncak Yadnya Kasada di Gunung Bromo
Meriahnya Pawai Lebaran Orang Depok di Sawangan
Puluhan Wanita Kampanye Gerakan Selasa Berkebaya di Monas

(mdk/ray)

TOPIK TERKAIT
BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com